Senin, 18 Mei 2026

Kabar Artis

Aurelie Moeremans Tulis Buku 'Broken Strings', Luka Pribadi hingga Ruang Pulih bagi Banyak Perempuan

Tulisan Aurelie Moeremans tentang pengalaman pahit di masa remajanya di buku Broken String membuat pembaca tersentuh.

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji
TULIS BUKU - Tulisan Aurelie Moeremans tentang pengalaman pahit di masa remajanya di buku Broken String membuat pembaca tersentuh. Aurelie Moeremans saat peluncuran film 'Baby Blues' di Bioskop XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022). 

Ringkasan Berita:
  • Tulisan Aurelie Moeremans tentang pengalaman pahit di masa remajanya di buku 'Broken Strings' membuat pembaca tersentuh
  • Tulisan di buku berjudul 'Broken Strings' itu dilahirkan Aurelie Moeremans dari kegelisahan, trauma dan rasa sakit di masa remaja
  • Buku itu membahas trauma dan masa lalu kelam Aurelie Moeremans ketika mengalami child grooming saat masih remaja

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Buku yang ditulis aktris Aurelie Moeremans ramai diperbincangkan.

Meski bukunya tidak diterbitkan di Indonesia, tulisan Aurelie Moeremans tentang pengalaman pahit di masa remajanya membuat pembaca tersentuh.

Tulisan di buku berjudul 'Broken Strings' itu dilahirkan Aurelie Moeremans dari kegelisahan, trauma dan rasa sakit di masa remaja.

Baca juga: Ini Kata Aurelie Moeremans setelah Tulis Pengalaman Pahitnya di Masa Remaja di Buku Broken Strings

Aurelie Moeremans yang saat ini sedang hamil tua itu memilih 'jalan yang tidak biasa' ketika menuliskan kisah hidupnya di buku 'Broken Strings' dan dirilisnya melalui ebook pada 2025.

Aurelie Moeremans menjadikan buku 'Broken Strings' bukan sekadar karya literasi, melainkan menjadi ruang kejujuran yang lahir dari proses panjang dan penuh kehati-hatian.

Secara emosional, kisah dalam buku 'Broken Strings' telah disimpannya bertahun-tahun sebelum dituangkan dalam susunan kalimat-kalimat indah.

Baca juga: Ini Jawaban Roby Tremonti saat Dituding Melakukan Tindak Kekerasan Seksual pada Aurelie Moeremans

"Penulisannya cukup panjang, cerita aku simpan di kepala dan hati selama bertahun-tahun, dan menulisnya dilakukan intens dalam beberapa bulan," kata Aurelie Moeremans pada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026). 

Aurelie Moeremans memang ingin menuliskan kisah hidupnya itu secara hati-hati.

"Menulis pelan-pelan, satu per satu, aku ingin setiap bagian dituliskan jujur dan hati-hati," ucap Aurelie Moeremans.

Baca juga: Bantah Pedofil, Roby Tremonti Sebut Aurelie Moeremans Sudah Dewasa saat Menikah pada Tahun 2011

Kejujuran Aurelie Moeremans menjadi fondasi utama dalam penulisan buku 'Broken Strings'.

Sejak awal, tulisan itu sama sekali tidak dimaksudkan Aurelie Moeremans untuk jadi bahan bacaan publik. 

Aurelie Moeremans menjadikan tulisan itu sebagai medium untuk meluapkan emosi dan traumanya.

Baca juga: Aurelie Moeremans Dapat Teror setelah Tulis Pengalaman Jadi Korban Grooming di Buku Broken Strings

Bagi Aurelie, menulis adalah caranya berbicara dengan dirinya sendiri.

"Dulu, waktu masih kecil dan aku mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan, ada trauma untuk bercerita," kata Aurelie Moeremans.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved