Selasa, 19 Mei 2026

Kabar Artis

Aurelie Moeremans Tulis Buku 'Broken Strings', Luka Pribadi hingga Ruang Pulih bagi Banyak Perempuan

Tulisan Aurelie Moeremans tentang pengalaman pahit di masa remajanya di buku Broken String membuat pembaca tersentuh.

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji
TULIS BUKU - Tulisan Aurelie Moeremans tentang pengalaman pahit di masa remajanya di buku Broken String membuat pembaca tersentuh. Aurelie Moeremans saat peluncuran film 'Baby Blues' di Bioskop XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2022). 

Namun, Aurelie Moeremans mulai melihat pengalaman yang dianggapnya personal justru dialami banyak orang. 

Baca juga: Beri Dukungan pada Aurelie Moeremans, Hesti Purwadinata Malah Dapat Teror dari Orang Tidak Dikenal

Kesadaran itu menjadi titik awal penulisan kisahnya dalam buku 'Broken Strings'.

"Seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian, dan dari situ aku merasa, ceritaku bisa jadi teman buat mereka," katanya.

Berdamai dengan Masa Lalu

Bagi Aurelie Moeremans, menulis Broken Strings juga menjadi proses penting untuk berdamai dengan masa lalu dan tidak ditulis dengan semangat melawan atau membalas. 

"Menulis buku 'Broken Strings' bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku," ucap Aurelie Moeremans.

Proses tersebut membawanya pada satu kesimpulan personal yang kuat, yakni berdamai dengan masa lalu tanpa harus memperbaiki atau membenarkan apa yang salah di waktu itu.

"Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah," ucap Aurelie Moeremans.

Merilis buku 'Broken Strings' dalam format e-book dan gratis adalah penegasan bahwa orientasi komersial bukan tujuan utama buku ini. 

"Aku ingin ceritanya bisa diakses siapapun yang membutuhkan, tanpa hambatan," jelas Aurelie.

Selama menjalani masa kehamilan setelah menikah dengan Tyler Bigenho, Aurelie Moeremans mengaku berada dalam fase refleksi yang sangat intens, yang membuatnya banyak menulis.

Jika suatu hari kembali menulis buku, temanya masih beririsan dengan perempuan dan rasa trauma yang masih dekat dengannya. 

Hal yang mengharukan bagi Aurelie adalah ketika banyak perempuan muda dan orang tua yang merasa suara mereka terwakili oleh tulisannya.

Lewat Broken Strings, Aurelie Moeremans tidak hanya menuliskan kisah hidupnya.

Ia juga membuka ruang dialog, refleksi, dan pemulihan sebuah keberanian untuk jujur yang menemukan gema jauh melampaui apa yang pernah ia bayangkan.

Buku itu membahas trauma dan masa lalu kelam Aurelie Moeremans ketika mengalami child grooming saat masih remaja.

Ia menjalani hubungan yang menipulatif bersama seorang pria yang jauh lebih dewasa ketika itu.

Pria itu kemudian dituliskan Aurelie dengan nama samaran 'Bobby'.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved