Sabtu, 2 Mei 2026

Kabar Artis

Dituding Hamili dan Paksa Aborsi, Pihak Anrez Adelio Akhirnya Angkat Bicara

Pihak Anrez Adelio bantah tuduhan menghamili Icel dan lari dari tanggung jawab. Kuasa hukum klaim ada tekanan, intimidasi, dan fitnah

Tayang:
Istimewa
DILAPORKAN - Bintang sinetron Anrez Adelio dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang wanita bernama Friceilda Prillea alias Icel yang kini tengah hamil 8 bulan. Anrez bantah tidak bertanggungjawab 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak bintang sinetron Anrez Adelio akhirnya buka suara secara blak-blakan, menanggapi tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya terkait dugaan menghamili seorang wanita bernama Friceilda Prillea alias Icel, dan tidak mau bertanggung jawab.

Melalui kuasa hukumnya, Ramzy Brata Sungkar, Anrez Adelio membantah keras narasi yang menyebut dirinya lari dari tanggung jawab, melakukan kekerasan seksual, hingga memaksakan Icel untuk aborsi.

Ramzy menegaskan bahwa sejak awal kliennya memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab penuh, baik menikahi maupun menafkahi sang bayi. 

Namun, pihak Anrez justru merasa disudutkan dengan adanya dugaan intimidasi dari pihak keluarga Icel.

Ramzy menjelaskan bahwa Anrez tidak pernah menghilang seperti yang dituduhkan.

Bahkan, pertemuan dengan keluarga Icel sudah dilakukan untuk mencari solusi terbaik alias win-win solution.

"Semua sudah terjadi. Pihak Anrez dari awal menunjuk saya sebagai PH-nya, sepakat untuk bertanggung jawab atas bayi yang sedang dikandung. Mulai dari proses kehamilan, persalinan, dan sampai bayi itu lahir, klien saya mau menafkahi," kata Ramzy kepada awak media melalui pesan singkat, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Anrez Adelio Akui Hamili Icel di Luar Nikah, Bantah Lari dari Tanggung Jawab

Ramzy menambahkan pihaknya bahkan sudah menemui keluarga besar Icel mulai dari ibu, bapak, hingga saudaranya untuk membahas bentuk pertanggungjawaban yang diinginkan, selama tidak menyalahi aturan agama dan pemerintah.

"Jangan berlebih-lebihan karena ini sebuah 'musibah', bukan ajang mencari sesuatu," ucap Ramzy.

Salah satu poin paling mengejutkan yang diungkap Ramzy adalah perihal surat pernyataan pertanggungjawaban yang kini dijadikan 'senjata' oleh pihak Icel. 

Ramzy menyebut surat itu ditandatangani Anrez di bawah tekanan luar biasa. Menurutnya, kediaman Anrez sempat didatangi oleh segerombolan orang pada dini hari.

"Tempat tinggal Anrez disatroni oleh 6 sampai 7 orang dari pihak Icel dari jam 00:25 WIB dan baru pulang sekitar jam 04:00 WIB setelah Anrez bersedia menandatangani surat tersebut. Bayangkan klien saya di-'geruduk' oleh 6-7 orang di malam hari hanya untuk memaksa membuat surat tersebut," jelasnya.

Baca juga: Icel Hamil 8 Bulan Polisikan Anrez Adelio, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Bujuk Rayu

"Prosesnya dengan ancaman tidak akan pulang sampai Anrez tanda tangan. Saya menyimpulkan klien saya di bawah tekanan saat itu," tambahnya.

Ramzy menyebut surat itu dibuat oleh Anrez pukul 03:13 WIB, jauh sebelum berita ini viral.

Ia menyayangkan surat yang dibuat dalam kondisi panik tersebut kini justru dipelintir seolah Anrez ingkar janji.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved