Jumat, 24 April 2026

Musik

Buku 'Filsafat Cinta' Ditulis, Lahir dari Perjalanan Hadapi Kegagalan hingga Pencarian Makna Cinta

Buku 'Filsafat Cinta' karya Prof Dr Werdhi Sutisari dan lagu 'Bayangan Cinta' ciptaan Shayan diluncurkan ke publik.

Istimewa/Dokumentasi Pribadi
BUKU - Buku 'Filsafat Cinta' karya Prof Dr Werdhi Sutisari dan lagu 'Bayangan Cinta' ciptaan Shayan diluncurkan di Steak Bara Cafe & Resto, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (14/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Buku 'Filsafat Cinta' karya Prof Dr Werdhi Sutisari dan lagu 'Bayangan Cinta' ciptaan Shayan diluncurkan ke publik
  • Buku 'Filsafat Cinta' lahir dari perjalanan personal penulis dalam menghadapi kegagalan, perceraian dan pencarian makna cinta yang lebih dalam
  • Peluncuran lagu 'Bayangan Cinta' menjadi penguat pesan buku tersebut

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Buku 'Filsafat Cinta' karya Prof Dr Werdhi Sutisari dan lagu 'Bayangan Cinta' ciptaan Shayan diluncurkan di Steak Bara Cafe & Resto, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (14/12/2025).

‎Buku 'Filsafat Cinta' lahir dari perjalanan personal penulis dalam menghadapi kegagalan, perceraian dan pencarian makna cinta yang lebih dalam.

Werdhi Sutisari mengatakan, pengalaman hidupnya mendorongnya untuk mengkaji cinta secara teoritis dan filosofis, terutama tentang keterikatan, kegagalan, serta kesadaran diri.

Baca juga: Candra Darusman Rilis Single Baru dan Buku Tentang Refleksi Kehidupan Bangsa

"Saya tidak menyalahkan pasangan, tapi saya bertanya pada diri saya sendiri, apa yang salah dalam diri saya? Apakah ada kemelekatan?" kata Werdhi Sutisari.

"Dari situlah saya mencari teori dan menuangkannya ke dalam buku ini," lanjutnya.

Ia juga menyoroti tingginya angka perceraian yang terjadi saat ini.

Baca juga: Pustakawan Diingatkan untuk Jadi Navigator Pengetahuan di Era AI, Jangan Cuma Kelola Buku

Alih-alih larut dalam kesedihan, Werdhi Sutisari justru menjadikan peristiwa tersebut sebagai jalan kesadaran dan penciptaan karya.

"“Cinta itu bukan memiliki, segala sesuatu pasti datang dan pergi, kesadaran itu membuat saya berdiri tegak, bukan terpuruk, tapi berkarya," ucap Werdhi Sutisari.

‎Peluncuran lagu 'Bayangan Cinta' menjadi penguat pesan buku tersebut.

Baca juga: Closehead Nyanyikan Arti Yang Sama, Penanda Keberanian dalam Mengeksplorasi Wilayah Musikal Baru

Lagu ini menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang indah namun fana, layaknya senja yang memukau tapi pasti berlalu.

Menurut Werdhi Sutisari, cinta sejati pada akhirnya bermuara pada cinta kepada Tuhan.

‎Diskusi semakin tajam saat sesi tanya-jawab membahas konsep cinta, pernikahan, pengorbanan dan perselingkuhan.

Baca juga: Emosional, Baskara Putra Sisipkan Perjuangan Ibu yang Kehilangan Anak di Tragedi 1998 dalam Lagu

Salah satu pembicara perempuan menegaskan bahwa pernikahan bukan semata urusan hasrat, melainkan perjanjian sakral dengan Tuhan yang berlandaskan tanggung jawab dan kesadaran.

"Cinta yang penuh perhitungan itu bukan cinta, itu transaksional, cinta sejati tidak menuntut pengorbanan, karena cinta tidak pernah menjadikan seseorang korban," katanya.

‎‎Buku 'Filsafat Cinta' juga mengupas fase-fase cinta, mulai dari hasrat visual, persahabatan, hingga penyerahan dan pelayanan.

Dengan pemahaman ini, pembaca buku diajak menyadari bahwa kebosanan adalah sifat manusiawi, dan kesadaran akan cinta sejati diyakini mampu menekan konflik hingga perceraian.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved