Pendidikan
Tingkatkan Kompetensi, Universitas Binawan Gandeng Kampus Austria dan Jerman
Kerja sama mencakup pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga peluang karier internasional di sektor kesehatan.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Universitas Binawan menjalin kerja sama dengan IMC Krems University of Applied Sciences di Austria dan bbw Hochschule University of Applied Sciences di Jerman.
- Kolaborasi ini mencakup pengembangan kurikulum, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, program gelar ganda, hingga peluang karier internasional bagi lulusan, khususnya di bidang kesehatan.
- Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Universitas Binawan menjalin kerja sama strategis dengan dua perguruan tinggi di Eropa, yakni IMC Krems University of Applied Sciences (Austria) dan bbw Hochschule University of Applied Sciences (Jerman), untuk memperluas akses pendidikan, riset, dan pengembangan karier internasional bagi mahasiswa dan dosen.
Kerja sama itu ditandatangani dalam kunjungan kerja Universitas Binawan ke Austria dan Jerman pada 11 Juni 2026.
Delegasi Universitas Binawan dipimpin Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwaini, serta Wakil Rektor Tata Kelola, Sumber Daya, dan Kemitraan Strategis, Farouk Abdullah Alwyni.
Dari pihak IMC Krems hadir Chief Executive Officer (CEO) Udo Brandle dan Head of Institute Nursing Science sekaligus Program Director General Nursing Markus Golla.
Sementara bbw Hochschule diwakili Presiden Interim Rene Brunotte, Chancellor Nadine Scharfenort, dan Program Director of the Master of Science in Sustainability and Smart Building Technology Juan Ocampo.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam memperkuat kualitas pendidikan berstandar internasional dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
“Kami meyakini bahwa pendidikan tinggi harus mampu membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan berkembang di lingkungan global,” ujar Farouk.
Baca juga: Roadshow SATU Indonesia Awards 2026 Soroti Peran Generasi Muda
Kolaborasi dengan IMC Krems difokuskan pada pengembangan sektor kesehatan, termasuk penyetaraan kualifikasi perawat Indonesia untuk berkarier di Austria dan negara-negara Uni Eropa.
Selain itu, kedua institusi akan mengembangkan kurikulum bersama, program pertukaran mahasiswa dan dosen, magang, mobilitas akademik, serta riset kolaboratif di bidang kesehatan.
Sementara itu, kerja sama dengan bbw Hochschule mencakup penjajakan program gelar ganda (dual degree), pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, serta berbagai kegiatan akademik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Farouk mengatakan kemitraan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.
Melalui kerja sama dengan institusi pendidikan di Austria dan Jerman, Universitas Binawan berharap dapat memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan talenta berdaya saing internasional.
"Melalui kemitraan dengan IMC Krems dan bbw Hochschule, Universitas Binawan ingin menghadirkan kesempatan nyata bagi mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa Binawan, untuk memperoleh pengalaman internasional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan," tutur dia.
CEO IMC Krems, Udo Brandle, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan. Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat menjadi fondasi bagi kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
“Kami melihat peluang yang sangat baik untuk membangun kerja sama jangka panjang dengan Universitas Binawan. Kolaborasi ini akan memperkuat pertukaran pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, serta mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang siap menjawab tantangan global,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Presiden Interim bbw Hochschule, Rene Brunotte, yang menekankan kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan dan perkembangan dunia.
“Kemitraan internasional memungkinkan institusi pendidikan untuk saling berbagi pengalaman, perspektif, dan praktik terbaik. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat di kedua negara,” ujar Brunotte. (m31)
| SPMB 2026, Pemprov DKI Jakarta Siapkan 245 Ribu Kursi untuk Murid Baru di Sekolah Negeri dan Swasta |
|
|---|
| Mahasiswi Program Musik UIC College, Rilis 5 Lagu dan Isi Soundtrack Film Malam 3 Yasinan |
|
|---|
| SRAYA, Program Mahasiswa LSPR Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Bernilai Ekonomi |
|
|---|
| Doktor Untar Dorong Pembangkang Putusan Pengadilan Dipidana demi Tegakkan Kepastian Hukum |
|
|---|
| Resmikan IAI Al-Irsyad Jakarta, Nasaruddin Umar Ungkap Tantangan Perguruan Tinggi Islam Hari Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Universitas-Binawan-Gandeng-Kampus-Austria-dan-Jerman.jpg)