Pendidikan
SRAYA, Program Mahasiswa LSPR Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Bernilai Ekonomi
Mahasiswa LSPR meluncurkan program SRAYA di Desa Tajurhalang, Bogor, untuk mengedukasi warga mengolah sampah rumah tangga jadi kompos
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business meluncurkan program SRAYA (Sampah Rumah Tangga Berdaya) di Desa Tajurhalang, Kabupaten Bogor, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
- Sebanyak 40 warga mendapat pelatihan memilah sampah rumah tangga dan mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi.
- Program ini juga membangun titik kumpul sampah organik komunal sebagai upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah
WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business meluncurkan program pengembangan masyarakat bertajuk SRAYA (Sampah Rumah Tangga Berdaya) di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Program tersebut mengajak masyarakat mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Bertempat di Titik Nol Adventure Camp, RW 2 Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/6/2026), pelatihan awal ini sukses mengumpulkan perangkat desa, kader Kampung Ramah Lingkungan (KRL) River Valley, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, serta 40 warga setempat untuk mengatasi masalah volume sampah rumah tangga melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
Baca juga: Soroti Krisis Sampah Jakarta, Yuke Yurike: Penghentian Open Dumping Jadi Momentum Benahi Sistem
Dalam kegiatan ini, warga dibekali dengan edukasi praktis memilah sampah langsung dari dapur rumah dan dilatih mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomis.
Tidak hanya sekadar pelatihan teori, program SRAYA juga melakukan langkah konkret dengan membangun prasarana berupa infrastruktur titik kumpul sampah organik komunal.
Fasilitas ini didirikan guna menjamin aktivitas pemilahan dan penyaluran sampah organik warga dapat berjalan secara rutin, terorganisir, dan mandiri dalam jangka panjang.
Penyambung Lingkungan Hidup Kecamatan Cijeruk, Joise Ursua, menyampaikan apresiasinya kepada pelaksana acara.
“Sekarang warga sudah lebih mengerti bedanya sampah organik dan anorganik, bahkan tau cara mengelolanya lebih baik lagi," ujar perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor yang lebih dikenal dengan sapaan Bu Jojo ini.
Program SRAYA diharapkan dapat menanamkan kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat membawa berkah ekonomi sekaligus menjaga ekosistem.
Melalui intervensi ini, masyarakat Desa Tajurhalang mendapatkan dampak langsung berupa lingkungan pemukiman yang lebih bersih, sehat, bebas dari penumpukan limbah berbahaya, terlepas dari kebiasaan membakar sampah yang berbahaya untuk kesehatan sekaligus peluang mendapatkan pendapatan tambahan dari hasil produksi kompos.
Baca juga: Dibangun dengan Skema KPBU, Proyek Pengolahan Sampah Legok Nangka Jawa Barat Dijamin PII
Gerakan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action).
Ketua Kampung Ramah Lingkungan, Diah Wulandari, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap antusiasme peserta dan inisiatif penyelenggara.
“Acara luar biasa ini dapat meng-influence pemuda-pemudi menjadi lebih peduli dengan lingkungan, sehingga dampaknya dapat diwariskan ke anak cucu kita nanti,” sembari memuji ketertarikan warga yang hadir.
“Satu kata untuk menggambarkan hari ini: amazing. Betul-betul berbagi amal nih,” tutupnya.
| Doktor Untar Dorong Pembangkang Putusan Pengadilan Dipidana demi Tegakkan Kepastian Hukum |
|
|---|
| Resmikan IAI Al-Irsyad Jakarta, Nasaruddin Umar Ungkap Tantangan Perguruan Tinggi Islam Hari Ini |
|
|---|
| IAI Al-Irsyad Jakarta Resmi Berdiri, Usung Visi Pendidikan Islam Berwawasan Global |
|
|---|
| Kuliah Sambil Kerja Makin Mudah, PMB Universitas BSI Gelombang 4 Telah Dibuka |
|
|---|
| Cyber University Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang 4 2026, Mulai 5 Juni hingga 2 Juli 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Mahasiswa-LSPR-bikin-program-SRAYa-pengolah-sampah.jpg)