Rabu, 3 Juni 2026

Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi, Kemendikdasmen Latih Guru SLB Keterampilan Pertanian

Sejumlah guru SLB terpilih dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan pertanian perkotaan untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran keterampilan.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU - Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Pertanian. Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 di Bogor, Jawa Barat ini diikuti oleh guru-guru SLB terpilih dari seluruh Indonesia yang telah melalui proses seleksi ketat dari 697 pendaftar. 

Ringkasan Berita:
  • Direktorat Guru PMPK Kemendikdasmen bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) SLB Bidang Keterampilan Pertanian di Bogor pada 2-5 Juni 2026.
  • Program ini diikuti guru SLB terpilih dari 697 pendaftar di seluruh Indonesia untuk memperkuat kemampuan pembelajaran keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. 
  • Pelatihan mencakup materi pertanian perkotaan seperti hidroponik, akuaponik, dan hortikultura terpadu.

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Pertanian.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 di Bogor, Jawa Barat ini diikuti oleh guru-guru SLB terpilih dari seluruh Indonesia yang telah melalui proses seleksi ketat dari 697 pendaftar.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi profesional guru SLB agar mampu menghadirkan pembelajaran keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan teknologi, serta tuntutan dunia kerja.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, mengatakan peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan bermutu.

“Guru memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk hidup mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat," ungkap Arif dalam siaran tertulis pada Rabu (3/6/2026). 

"Melalui Program PKG ini, kami terus mendorong penguatan kompetensi guru SLB agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Baca juga: KSP: Dugaan Jual Beli SPPG Jadi Pemicu Dadan Lengser

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Direktorat Guru PMPK dalam memperluas akses pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru pendidikan khusus di seluruh Indonesia.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan penguatan kompetensi melalui kombinasi teori dan praktik, khususnya pada materi pertanian perkotaan.

Materi yang diberikan meliputi hidroponik, akuaponik, tanaman buah dalam pot (tabulampot), hingga budidaya hortikultura terpadu yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menilai pertanian perkotaan memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan, kewirausahaan, dan ketahanan pangan.

“Pertanian perkotaan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Selain meningkatkan keterampilan teknis, juga menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan,” kata Edi.

Sementara itu, Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, menekankan pentingnya penguasaan teknologi pertanian sederhana yang dapat diterapkan di sekolah luar biasa.

“Urban farming tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga membangun kecakapan hidup peserta didik. Guru dapat mengadaptasi keterampilan ini sesuai kondisi sekolah masing-masing sehingga manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Selain narasumber dari Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah praktisi di bidang pendidikan dan pertanian, di antaranya Dewi Suryani, Risa Rosita, Dr. Supriyanto, dan Dr. Ahmad Budidarma.

Para peserta juga mengikuti praktik langsung di fasilitas pembelajaran dan demplot SEAMEO BIOTROP. Melalui metode pembelajaran berbasis praktik tersebut, guru diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran keterampilan pertanian yang lebih aplikatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved