Edukasi
Helmy Yahya Ingatkan Pejabat: Komunikasi Publik Bukan Hanya Bicara, Tapi Mendengar, Baca dan Menulis
Praktisi komunikasi dan tokoh media Helmy Yahya menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi publik yang utuh bagi pejabat negara dan tokoh publik
“Banyak konflik terjadi bukan karena niat buruk, tapi karena salah membaca dan salah menulis,” kata Helmy.
Sebagai penutup, Helmy mengingatkan bahwa pemimpin yang baik bukan hanya piawai berbicara, tetapi juga mampu mendengar dengan sabar, membaca dengan cermat, dan menulis dengan bertanggung jawab.
“Komunikasi yang baik bukan soal terlihat pintar berbicara, tapi soal pesan yang sampai tanpa melukai dan tanpa menimbulkan kekacauan,” pungkasnya.
Empat Pilar Komunikasi Efektif
Menurut Helmy, komunikasi publik yang benar tidak hanya mengandalkan kemampuan mulut untuk berbicara.
Ia membagi keterampilan komunikasi menjadi empat pilar utama yang saling berkaitan dan semuanya harus benar.
1. Berbicara dengan Diksi yang Tepat (Oral Communication)
Bagi Helmy, inti dari public speaking adalah memahami audiens (know your audience). Pemilihan diksi dan level bahasa harus disesuaikan dengan siapa kita bicara. "Bicara dengan generasi Z berbeda dengan baby boomer. Bicara di forum kampus tentu berbeda dengan di pasar. Setiap audiens menentukan bahasa dan level yang kita gunakan," jelasnya.
2. Keahlian Mendengar (Listening Skill)
Helmy mengkritik fenomena debat di televisi Indonesia yang sering kali menjadi ajang saling bentak tanpa mau mendengar. Ia menekankan bahwa mendengar adalah bagian dari dialog, bukan sekadar menunggu giliran untuk menyerang balik. "Banyak orang sibuk memikirkan serangan balik saat lawan bicara belum selesai. Padahal, jika kita sudah menyerang pribadi dalam debat, itu tandanya kita sudah kehabisan konten atau program," tegas Helmy. Ia mengajak pemimpin untuk melakukan suspend judgement—menunda penilaian sebelum benar-benar memahami maksud lawan bicara.
3. Ketelitian dalam Membaca (Reading Skill)
Di era media sosial dan pesan instan seperti WhatsApp, kesalahan interpretasi sering terjadi akibat kurangnya ketelitian dalam membaca. Helmy mengingatkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari pesan tertulis yang sering kali minim emosi.
4. Kemampuan Menulis yang Benar (Writing Skill)
Menulis adalah paket lengkap dari membaca. Kemampuan menyusun pesan tertulis yang jelas dan tidak multitafsir sangat penting agar penerima pesan dapat merespons dengan benar. Pemilihan kata yang mudah dimengerti menjadi kunci utama dalam pilar ini.
Baca juga: Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo Ungkap Peran Penting Pranata Humas
Helmy Yahya juga menekankan bahwa kesuksesan seseorang sangat bergantung pada bagaimana ia menyampaikan pesan hingga sampai ke tujuan tanpa menimbulkan kegaduhan.
"Tuhan menciptakan kita dengan dua telinga dan satu mulut, artinya kita diminta lebih banyak mendengar daripada berbicara. Jadilah orang sukses yang kalau diminta bicara bisa sampai pesannya, punya kesabaran untuk mendengar, teliti membaca, dan benar dalam menulis," katanya.
Edukasi Pembaca
- Diksi: Pilihan kata yang tepat untuk menyampaikan gagasan.
- Suspend Judgement: Sikap menunda pemberian penilaian atau hakim terhadap pendapat orang lain sampai informasi diterima secara utuh.
- Know Your Audience: Prinsip dasar komunikasi untuk mengenali latar belakang pendengar agar pesan lebih efektif.
| Sinar Mas Land Hadirkan Sederet Institusi Pendidikan Digital Papan Atas dalam DNA Edu Connect |
|
|---|
| Kominfo Ingatkan agar Hati-hati Berbagi Informasi di Media Sosial tanpa Oversharing |
|
|---|
| Getsafeonline.id, Edukasi Aman Berinternet |
|
|---|
| Indonesia Peringkat 81 dari 111 Negara, EF Education First: Bahasa Inggris Penting untuk Job Seeker |
|
|---|
| Tim Matrix Explorers dari ITB Mewakili Indonesia untuk Final Regional ASEAN DSE 2022 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KOMUNIKASI-PUBLIK-HELMY.jpg)