Pendidikan
JIP Bina Kreator Muda Lintas Agama Lewat Program 'Digital Bersama, Toleransi Selamanya'
Pemuda Depok dari berbagai latar belakang agama ikut program 'Digital Bersama, Toleransi Selamanya'. Mereka dilatih jadi kreator konten untuk
Ringkasan Berita:
- Jurnalis Indonesia Peduli (JIP) menggelar program “Digital Bersama, Toleransi Selamanya” untuk mendorong produktivitas dan kreativitas generasi muda Depok di era digital.
- Pada Minggu (23/11/2025), pendampingan dilaksanakan di Kelurahan Cilangkap, Tapos, dengan belasan pemuda mengikuti pelatihan produksi konten menggunakan smartphone, termasuk teknik pengambilan gambar, editing, dan voice over.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jurnalis Indonesia Peduli (JIP) terus mendorong generasi muda Kota Depok untuk menjadi lebih produktif dan berdaya di era digital.
Satu di antaranya lewat Program bertajuk 'Digital Bersama, Toleransi Selamanya'.
Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan pemuda dalam memproduksi konten digital yang kreatif, berkualitas, dan berdampak positif.
Pada Minggu (23/11/2025), pendampingan digelar Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.
Belasan pemuda terlihat antusias mengikuti kegiatan ini.
Senyum sumringah hingga gelak tawa mengisi setiap sesi pelatihan yang meliputi teknik produksi konten, dari pengambilan gambar hingga proses editing menggunakan smartphone.
Materi voice over menjadi salah satu bagian yang paling diminati.
Peserta diajarkan teknik dasar voice over yang baik sehingga suara dalam konten terdengar jelas, nyaman, dan menarik untuk didengar.
Baca juga: Buka Lapangan Kerja, Pemkot Jakbar Resmikan Lapangan Padel di Cengkareng
Lurah Cilangkap, Galih Catur Prasatya, menyambut baik program ini.
Menurutnya, pendampingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para pemuda dalam memproduksi konten digital yang berkualitas, kreatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Apalagi, para peserta dibimbing langsung oleh pemateri dan mentor berpengalaman di bidangnya.
"Kami mendorong para pelaku UMKM di Cilangkap untuk mengikuti program ini agar dapat memasarkan produk melalui media sosial," ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara UMKM dan kreator muda dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
“Jadi nantinya para pelaku UMKM fokus memproduksi produknya, sementara pemasaran dilakukan oleh anak-anak muda melalui platform digital, baik itu Instagram, TikTok, Shopee, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum JIP, Abdul Rosyid.
| Dari Gaza ke Depok: Dr. Jumana Elsamna Perkuat Kajian Hadis di FSI UIII |
|
|---|
| Chicha Koeswoyo Soroti Minimnya Alat Peraga PAUD di Jakarta, Bisa Ganggu Perkembangan Anak |
|
|---|
| Tren Bahasa Inggris Meningkat, Siswa English 1 Kalimalang Capai 1.700 Orang |
|
|---|
| Universitas Binawan Hadirkan Dosen Asal Finlandia, Bahas Standar Pendidikan Keperawatan Global |
|
|---|
| Digital Edge Raih Pendanaan Hijau untuk Pengembangan Kampus CGK 500MW |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PELATIHAN-KONTEN-KREATIF-Suasana-pendampingan-program-Digital-Bersama-Toleransi-Selamanya.jpg)