Berita Nasional
Mahfud MD Khawatir Sony Sonjaya Dijatuhkan Para Koruptor MBG Lainnya
Pakar hukum tata negara Mahfud MD khawatir para koruptor di BGN bersatu untuk menjatuhkan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
WARTAKOTALIVE.COM - Pakar hukum tata negara Mahfud MD khawatir para koruptor di Badan Gizi Nasional (BGN) bersatu untuk menjatuhkan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang hendak mau menjadi justice collaborator.
Mahfud meyakini korupsi makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya melibatkan tiga pejabat BGN saja.
Sebab kata Mahfud MD korupsi MBG melibatkan sejumlah pejabat di luar BGN yang ikut mendulang untung dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sehingga yang dikhawatirkan oleh Mahfud, para koruptor MBG yang kuncinya dipegang oleh Sony Sonjaya maka akan bekerjasama untuk menutupi tindak korupsi tersebut.
Diketahui Sony Sonjaya salah satu dari tiga pemimpin BGN yang ditangkap karena kasus korupsi MBG.
Usai ditangkap Soni pun memutuskan untuk menjadi justice collaborator.
Justice collaborator adalah sebutan bagi pelaku tindak pidana yang bersedia mengakui perbuatannya dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum (seperti KPK, kepolisian, atau kejaksaan) untuk membongkar suatu kejahatan yang terorganisir atau berskala besar.
“Justice Collaborator Sony belum tentu juga itu berhasil, karena yang paling buruk bisa terjadi Silent Collaborator Network, jadi mereka akan saling melindungi, memojokkan dia (Soni) bahwa kamu bohong dan sebagainya, atau masing-masing diam, menghindar,” kata Mahfud di Youtube pribadinya Mahfud MD Official pada Selasa (10/6/2026).
Sebelumnya usai ditangkap Kejaksaan Agung RI, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mulai bernyanyi.
Melalui kuasa hukumnya Krisna Murti, Sony Sonjaya membuka tabir adanya otak dari korupsi dana MBG.
Menurut Sony, selain tiga pejabat BGN yang ditangkap terdapat "nama-nama besar" yang berada di balik dugaan penyimpangan tata kelola SPPG dalam program MBG.
Karena itu, ia memutuskan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung.
Sony pun mengaku siap membuka otak korupsi dana MBG.
"Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho," kata Krisna dimuat Kompas.com Jumat (5/6/2026).
Menurut Krisna, kliennya merasa ada pihak-pihak lain yang lebih berpengaruh dan memiliki peran lebih besar dalam perkara yang kini menyeret tiga mantan petinggi BGN tersebut.