Kamis, 11 Juni 2026

Berita Nasional

Kenaikan BBM Pertamax Kompensasi Program MBG yang Membengkak

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax merupakan kompensasi dari program MBG yang harus ditanggung masyarakat. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany

Media Askar pun melihat ada opsi lainnya untuk menyelamatkan fiskal, yaitu menghentikan MBG atau merombaknya dengan menyasar anak-anak yang membutuhkan.

Namun Media sangsi hal ini akan dipilih pemerintah. Sebab struktur rente MBG sudah terlanjur terbentuk.

“Jika MBG dirombak ulang, hanya untuk yang membutuhkan (targeted), biayanya hanya Rp117 triliun. Tapi itu kemungkinan tidak dipilih pemerintah karena kontrak dengan dapur-dapur SPPG sudah berjalan. Struktur rentenya sudah terlanjur terbentuk.” kata Media.

Pemerintah setidaknya punya empat pilihan menghadapi tekanan defisit fiskal, yaitu menghentikan atau merombak MBG, menambah utang, menaikkan pajak, atau menaikkan harga BBM

Hingga pada akhirnya pemerintah pun memilih menaikan harga BBM sekalipun yang terdampak paling besar adalah masyarakat kelompok menengah. 

Padahal apabila pemerintah memilih menaikan pajak royalti mineral dari perusahaan besar maka Indonesia akan mendapatkan cadangan APBN hingga triliunan rupiah yang bisa menyelamatkan harga BBM di masyarakat bawah. 

“Menambah utang semakin sulit karena biaya pinjaman negara sedang tinggi. Beberapa hari lalu, Pemerintah menerbitkan PP mengejar tambahan pajak dari sektor UMKM. Hari ini, pemerintah menaikkan harga Pertamax,” 

“Sebelumnya, pemerintah membatalkan rencana kenaikan royalti mineral dari perusahaan-perusahaan besar dengan aset dan keuntungan triliunan rupiah. Ini sangat aneh, ketika negara membutuhkan tambahan uang, yang diminta berkorban adalah kelas menengah bawah. Mereka dijadikan penanggung biaya atas masalah fiskal yang lahir dari buruknya pilihan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah sendiri” tutup Media.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved