Rabu, 10 Juni 2026

Pendidikan

Indofood Kembali Buka Program IRN 2026-2027, Danai Riset Mahasiswa S1

Indofood membuka Program IRN 2026-2027 bagi mahasiswa S1 dengan bantuan dana riset pangan fungsional berbasis potensi lokal Indonesia.

Tayang:
Istimewa/dok Indofood
DANAI RISET - PT Indofood resmi membuka Program Indofood Riset Nugraha 2026 – 2027, program bantuan dana riset tugas akhir mahasiswa S1. Tampak Tim Pakar IRN saat sosialisasi Program IRN yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia secara daring, Selasa (9/6). Perwakilan Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) tampak memaparkan rangkaian pelaksanaan Program IRN 2026 – 2027 dalam sesi sosialisasi hari ini. Tahun ini IRN masih mengangkat tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal” 

Ringkasan Berita:
  • Indofood membuka Program IRN 2026-2027 untuk mendanai riset tugas akhir mahasiswa S1 di seluruh Indonesia.
  • Tema penelitian berfokus pada pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal dari berbagai sektor.
  • Selama 20 tahun, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Memasuki dua dekade perjalanannya, Program Indofood Riset Nugraha (IRN) kembali hadir sebagai wujud komitmen berkelanjutan PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam mendukung lahirnya generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berdampak.

Tahun ini, Indofood resmi membuka Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026-2027, yakni program bantuan dana riset tugas akhir bagi mahasiswa strata satu (S1) di seluruh Indonesia.

Masih mengusung tema "Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal", program ini mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan kekayaan pangan lokal menjadi inovasi pangan fungsional berbasis riset ilmiah.

Program IRN 2026-2027 terbuka bagi mahasiswa S1 yang tengah menyelesaikan tugas akhir.

Pengajuan proposal penelitian dibuka mulai 29 Mei hingga 31 Agustus 2026 dan akan diseleksi oleh Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu.

Baca juga: Dua Dekade Indofood Riset Nugraha, Dorong Inovasi Pangan Lokal Anak Bangsa

Ketua Program IRN sekaligus Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengatakan selama dua dekade IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia.

"Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia. Tahun ini kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan yang berkelanjutan," ujar Suaimi, Selasa (9/6/2026).

Sosialisasi Program IRN 2026-2027

Sebagai bagian dari pembukaan program, Indofood akan menggelar rangkaian sosialisasi IRN 2026-2027 secara daring dan luring di berbagai universitas dan perguruan tinggi di Indonesia sepanjang Juni 2026.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai tema penelitian, mekanisme pendaftaran, kriteria seleksi, hingga tips menyusun proposal yang baik langsung dari Tim Pakar IRN.

Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi,  menekankan pentingnya relevansi dan kontribusi penelitian terhadap tema program.

Baca juga: Indofood Biayai 96 Penelitian Mahasiswa Soal Pangan Fungsional

"Proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting," katanya.

Fokus Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal

Menurut Prof Purwiyatno, terdapat hubungan erat antara pangan dan kesehatan.

Karena itu, mahasiswa didorong lebih peka dalam menggali potensi dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi inovasi pangan fungsional berbasis ilmiah.

Program IRN menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat maupun laut berbasis potensi lokal, meliputi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan, hingga sumber daya air.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved