Rabu, 10 Juni 2026

Berita Internasional

Filipina Telah Diguncang 1.100 Gempa Susulan Hingga Hari Selasa

Setelah satu hari gempa besar 7,8 magnitudo, Filipina tercatat diguncang 1.100 gempa susulan hingga Selasa (9/6/2026). 

Tayang:
Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM - Setelah satu hari gempa besar 7,8 magnitudo, Filipina tercatat diguncang 1.100 gempa susulan hingga Selasa (9/6/2026). 

Gempa susulan yang mengguncang Filipina itu terjadi setelah gempa besar yang berpusat di Mindanao Filipina pada Senin kemarin. 

Gempa susulan yang terjadi juga masih cukup besar hingga 6,7 magnitudo yang terjadi dekat seismik aktivitas gempa utama. 

Hal itu diungkapkan Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) seperti dimuat Inquirer.net.  

Tiga ratus tiga belas gempa susulan berhasil dipetakan di mana 23 di antaranya dirasakan oleh warga di daerah tersebut.

Phivolcs memperingatkan bahwa gempa susulan dapat berlanjut selama lebih dari sebulan.

Sampai satu hari setelah gempa 7,8 magnitudo yang mengguncang Filipina, korban tewas terus bertambah seiring evakuasi dilakukan di sejumlah bangunan roboh.

Sampai Selasa siang dikabarkan 37 orang tewas di mana yang terbanyak di wilayah Soccsksargen sebanyak 33 tewas, 456 luka-luka, dan 4 hilang.

Kemudian di wilayah Davao dilaporkan 4 tewas dan 23 luka-luka.

Baca juga: DPR Filipina Sumbangkan Gaji 1 Bulan untuk Bantuan Gempa

Phivolcs mengonfirmasi bahwa gempa bumi berkekuatan 7,8 Magnitudo yang mengguncang wilayah Mindanao pada Senin (8/6/2026) dipicu oleh pergerakan di Palung Cotabato. 

Melansir dari ABS-CBN, Pihak otoritas geologi Filipina menyatakan bahwa palung yang sama merupakan penyebab utama bencana gempa bumi dan tsunami Teluk Moro pada tahun 1976 yang menelan ribuan korban jiwa. 

Peneliti spesialis aktivitas gempa dan Seismologi dari Phivolcs, Winchelle Sevilla, menjelaskan bahwa aktivitas seismik di jalur ini memang cukup signifikan.

Palung Cotabato aktif. Kami mencatat banyak gempa bumi di sini, meskipun kecil. Bahkan, sejak Januari hingga Mei lalu, terjadi serangkaian gempa susulan. Hal ini dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sultan Kudarat,” ujar Sevilla.

Sevilla juga menegaskan tingkat bahaya dari fenomena gempa berskala di atas 7 skala Richter ini. 

“Gempa dengan intensitas 7 SR ini membuat seseorang sangat sulit untuk berdiri karena guncangannya sangat kuat, cepat, dan berlangsung lama. Benda-benda yang tergantung namun tidak terpasang dengan kuat berisiko jatuh, dan struktur bangunan yang lemah kemungkinan besar akan mengalami kerusakan atau bahkan runtuh,” tambahnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved