Saiful Mujani: Daripada Di-'Andrie-Yunus-kan', Lebih Baik Dilaporkan ke Polisi
Sebelum menjalani pemeriksaan terkait dugaan penghasutan, Saiful menyinggung kasus yang dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Saiful Mujani memenuhi panggilan klarifikasi di Polda Metro Jaya terkait empat laporan dugaan penghasutan.
- Saiful menegaskan pernyataannya tentang kemungkinan mengonsolidasikan rakyat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto merupakan pertanyaan kepada publik, bukan ajakan.
- Ia mengaku khawatir pelaporan terhadap pandangan kritis dapat menjadi preseden buruk bagi akademisi, intelektual publik, dan aktivis.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat politik Saiful Mujani memenuhi panggilan klarifikasi di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026), terkait empat laporan dugaan penghasutan yang berawal dari pernyataannya dalam acara halal bihalal bertajuk Sebelum Pengamat Ditertibkan pada 31 Maret 2026.
Usai pemeriksaan, Saiful mengungkapkan dirinya mendapat 37 pertanyaan dari penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Salah satu materi yang diklarifikasi adalah pernyataannya yang viral di media sosial mengenai kemungkinan mengonsolidasikan kekuatan rakyat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertanyaan substansi sekitar pertanyaan saya di Utan Kayu yang beredar di media sosial: ‘Apakah kita bisa mengonsolidasikan diri kita untuk menjatuhkan Prabowo?'. Saya diminta menjelaskan itu,” tutur Saiful, usai pemeriksaan, Kamis.
Baca juga: Saiful Mujani Diperiksa Polisi, Sebut Ujian Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat
Saiful menegaskan bahwa pernyataan itu merupakan pertanyaan kepada publik, bukan ajakan.
Menurutnya, upaya pemakzulan Presiden melalui mekanisme politik saat ini sulit dilakukan karena mayoritas kekuatan politik di DPR mendukung pemerintah.
“Saya jawab, mengonsolidasikan diri kita menjadi kekuatan besar untuk menjatuhkan Prabowo itu sulit, dan karena itu saya bertanya ke publik. Terserah publik menjawabnya,” katanya.
“Kenapa aksi massa secara damai sebagai alternatif karena jalan lain tertutup. Pertanyaan saya itu jawaban terhadap pernyataan Feri Amsari di acara itu yang berharap pada impeachment. Padahal impeachment susah diharapkan dalam kondisi kekuatan politik di DPR hampir semuanya bersama Prabowo,” sambung Saiful.
Baca juga: Saiful Mujani Respons Laporan Makar " Siap Diperiksa hingga Ditahan"
Meski tidak mempermasalahkan laporan yang ditujukan kepadanya, Saiful mengaku khawatir jika pelaporan terhadap pandangan kritis menjadi preseden buruk bagi akademisi, intelektual publik, dan aktivis.
“Yang saya sangat takut dan saya sangat khawatir adalah apabila suara kritis itu dikriminalkan tadi. Itu bukan menyangkut diri saya, tapi menyangkut komunitas kita sebagai akademisi, sebagai intelektual publik, dan sebagai aktivis,” ujar dia.
Sebelum menjalani pemeriksaan, Saiful juga menyinggung kasus yang dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Ia menilai proses hukum melalui jalur kepolisian lebih beradab dibanding tindakan kekerasan terhadap individu yang menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Bahwa kalau ada masalah secara sipil, berurusan dengan polisi itu normal, itu biasa. Daripada saya di-"Andrie-Yunus-kan". Jadi ini lebih beradab. Dan Andrie Yunus itu yang terakhirlah kita harapkan,” ucap Saiful.
Adapun Saiful dilaporkan dalam empat perkara dugaan penghasutan berdasarkan Pasal 246 KUHP.
| Dugaan Makar Seret Saiful Mujani, Todung Mulya Lubis Sebut Pasal Penghasutan Tak Masuk Akal |
|
|---|
| Istri Dino Patti Djalal Dukung Suami Terus Berbicara Lantang ke Pemerintah |
|
|---|
| Rupiah Anjlok Rp18 Ribu per Dolar AS, Ini 7 Masukan Ganjar Pranowo untuk Pemerintahan Prabowo |
|
|---|
| Saiful Mujani Diperiksa Polisi, Sebut Ujian Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat |
|
|---|
| Mahfud MD Apresiasi Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Saiful-Mujani-penuhi-panggilan1.jpg)