Berita Internasional
Donald Trump Abaikan Kemauan Netanyahu di Tengah Perundingan dengan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak mempertimbangkan bagaimana kemauan Israel dalam perdamaian dengan Iran.
WARTAKOTALIVE.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak mempertimbangkan bagaimana kemauan Israel dalam perdamaian dengan Iran.
Kepada media, Trump menyebut bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menuruti semua kemauan dirinya sebagai Presiden AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada media di tengah isu pembaharuan proposal perdamaian dengan Iran.
Dari isu yang merebak, Trump mulai tertarik dengan proposal perdamaian dengan Iran yang telah diperbaharui sejumlah negara mediator.
Wartawan pun menanyakan bagaimana tanggapan Netanyahu terkait dengan proposal perdamaian dengan Iran tersebut.
Mengingat serangan 28 Februari 2026 dilakukan AS dan Israel terhadap Iran secara bersama-sama.
Namun Trump pun tidak menjawab lugas hasil perundingan dengan Netanyahu. Kepala Negara AS itu hanya yakin bahwa Netanyahu akan menuruti yang apapun yang Trump pilih.
Trump memuji Netanyahu sebagai sosok pria yang baik yang pernah ditemuinya. Sehingga Netanyahu akan menuruti kemauan Trump.
Baca juga: Donald Trump Disebut Bersitegang dengan Netanyahu Soal Perdamaian Iran
“Dia orang yang sangat baik, dia akan melakukan apa pun yang saya inginkan. Dan dia orang yang hebat… Jangan lupa dia pernah menjadi perdana menteri di masa perang,” jawab Trump pada Rabu (20/5/2026).
Hingga kini Netanyahu pun belum menjawab pernyataan Trump atau memberi tanggapan soal perdamaian dengan Iran.
Namun sejumlah media ternama di AS seperti Axios, CNN, dan The Wall Street Journal mengabarkan bahwa Netanyahu dan Trump sempat bersitegang di sambungan telepon.
Trump mengaku tertarik dengan proposal terbaru perdamaian dengan Iran. Namun demikian Netanyahu ngotot ingin perang tetap dilanjutkan sambil membujuk Trump bahwa Iran akan mengkhianati perjanjian damai.
Sementara itu dimuat situs berita Iran Iranintl Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat harus menunjukkan "itikad baiknya" dengan mengakhiri pembajakan terhadap kapal-kapal Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei mengatakan kepada televisi pemerintah Iran bahwa Washington perlu menghentikan tindakan yang menargetkan kapal-kapal Iran jika ingin menunjukkan keseriusan dalam negosiasi.
Baghaei juga mengkonfirmasi bahwa Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, saat ini berada di Teheran untuk membantu memfasilitasi pertukaran pesan, menurut media Iran.