Berita Nasional
Dolfie PDIP Interupsi Gubernur BI yang Sebut Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
Dolfie menekankan, BI justru baru bisa memastikan nilai tukar rupiah dalam nilai funamental yang pas hanya ketika ekonomi tidak bergerak
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP, Dolfie Othniel Frederic Palit menginterupsi Perry Warjiyo soal klaim rupiah stabil dalam rapat Komisi XI DPR RI.
- Dolfie mempertanyakan dasar BI menetapkan gejolak nilai tukar 5,4 persen sebagai indikator stabilitas rupiah.
- Ia menilai sejak 2014-2025 rupiah hampir tak pernah berada di level fundamental ekonomi yang tepat, kecuali pada 2019 dan 2022.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP, Dolfie Othniel Frederic Palit menginterupsi Gubernur BI, Perry Warjiyo, yang menyebut rupiah stabil saat rapat Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5/2026).
“Interupsi, Ketua. Gini, Pak, menerjemahkan stabilitas ini, Pak. Tadi kan Bapak bilang stabilitas bukan pada level, tapi pada gejolaknya tadi 5,4 persen,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP, Dolfie.
“Nah, menetapkan bahwa dalam rentang 5,4 persen itu stabil, apa landasannya?” lanjutnya.
Dalam data yang disajikan oleh Gubernur BI, nilai tukar rupiah selalu berada di bawah nilai fundamental ekonomi yang pas. Hal tersebut lebih lanjut dikritisi oleh Dolfie
"Kalau kita lihat pak, riwayatnya dari 2014 sampai 2025, rupiah tidak pernah berada dalam situasi fundamental ekonomi rupiah yang pas" ungkapnya
"saya tidak tahu apakah memang BI sengaja menciptakan undervalue atau overvalued, atau tidak. karena kalau kita lihat datanya tidak pernah pak (menyentuh fundamental ekonomi rupiah yang pas), kecuali 2019 dan 2022." tuturnya
Dolfie menekankan, BI justru baru bisa memastikan nilai tukar rupiah dalam nilai funamental yang pas hanya ketika ekonomi tidak bergerak
"2022 ketika covid, saat ekonomi tidak bergerak baru BI bisa memanage rupiah sesuai dengan nilai fundamental ekonominya. Tapi ketika ekonomi bergerak, BI tidak bisa membuat nilai rupiah sesuai dengan nilai fundamental ekonominya"
Dolfie juga mempertanyakan apa saja yang sudah dilakukan oleh BI untuk membuat nilai rupiah bisa ada di titik fundamentalnya
"Dari pembelajaran 2025 ketika nilai tukar rupiah tidak sesuai dengan nilai fundamentalnya, apa saja yang sudah dilakukan BI? berapa biaya yang dibutuhkan agar rupiah bisa berada di nilai fundamentalnya? dan kenapa hal tersebut tidak bisa terjadi? saya rasa itu yang perlu untuk dipaparkan saat ini," pungkasnya
Baca juga: Anggota DPR ke Gubernur BI: Rupiah Jeblok, Ada Indikasi Ketidakpercayaan Pasar ke Indonesia
Timothy Ronald Prediksi Tembus Rp 20.000
Seperti diketahui, Nilai tukar (kurs) rupiah kembali anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 19 Mei 2026, hari ini.
Berdasarkan data interbank global di laman Bloomberg, indeks dolar AS terhadap rupiah hari ini, Selasa (19/5/2026) pukul 09.55 WIB berada di posisi Rp 17.718,00.
Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 50,00 poin atau mengalami penguatan sebesar 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 17.668,53. Itu artinya, rupiah kembali melemah.
| Prabowo Diminta Bebaskan WNI yang Ditahan Israel |
|
|---|
| Menhan Sjafrie: Board of Peace untuk Gaza Kini Tertinggal akibat Memanasnya Konflik AS-Iran |
|
|---|
| Strategi Kementerian Luar Negeri RI Bebaskan 5 WNI yang Ditahan Israel |
|
|---|
| Tak Ada Ucapan Kecaman dari Prabowo Subianto Atas Penculikan WNI Oleh Israel |
|
|---|
| Kekerasan Seksual Pesantren, Cak Imin Tegas: Mereka Bukan Kiai, tapi Dukun! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dolfie-Othniel-Frederic-interupsi-Gubernur-BI.jpg)