Dompet Dhuafa
Program Jantara Dompet Dhuafa Tingkatkan Nilai Ekonomi Hewan Ternak dan Kemandirian Peternak Desa
Program Jaringan Tani Ternak Nusantara tidak hanya berfokus pada bantuan ternak tapi juga pada edukasi dan peningkatan kapasitas para peternak.
Penulis: Mochamad Dipa Anggara | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG - Program Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara) yang dijalankan Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada bantuan hewan ternak bagi masyarakat desa, tetapi juga menitikberatkan pada edukasi dan peningkatan kapasitas peternak hewan di desa.
Manager Dompet Dhuafa Farm Jawa Tengah Muhammad Miftahul Huda, mengatakan program Jantara dirancang untuk memperkuat kemampuan peternak agar mampu mengelola usaha ternak secara lebih profesional dan mandiri.
“Tujuan utama program ini ada dua, yakni meningkatkan kapasitas dan memperkuat kemandirian peternak. Kami menyebut memperkuat, bukan membangun, karena sebenarnya masyarakat di sini sudah memiliki kemampuan beternak sejak lama,” ujarnya saat kegiatan press tour Kurban Series 1447 H di sentra peternakan Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).
Menurut Miftah, selama ini peternak hewan yang ada di desa kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan kesehatan ternak hingga persoalan rantai distribusi dan pemasaran.
Karena itu, melalui program Jantara, Dompet Dhuafa memberikan pendampingan intensif terkait pengelolaan peternakan modern, termasuk pengenalan penyakit ternak, penanganan kesehatan hewan, hingga teknik penggemukan yang lebih optimal.
"Kami mengajarkan peternak bagaimana mengenali penyakit hewan ternak, cara mengobatinya, sampai memahami pola pertumbuhan hewan ternak. Jadi kapasitas mereka meningkat jauh dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Miftah menambahkan, dari hasil pendampingan yang dilakukan, mulai terlihat dari pertumbuhan bobot hewan ternak yang cukup signifikan.
“Domba yang awalnya memiliki bobot sekitar 15 hingga 17 kilogram, sekarang ada yang mencapai 37 sampai 40 kilogram. Pertumbuhannya sangat bagus,” ungkapnya.
Ia berharap, program Jantara ini mampu memperkuat posisi peternak di desa dalam rantai distribusi hewan kurban sehingga mereka tidak lagi bergantung pada tengkulak.
“Kami ingin peternak memiliki kemampuan sampai ke tahap pemasaran. Jadi bukan hanya bisa memelihara ternak, tetapi juga memahami cara menjual dengan baik dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih optimal,” ujar Miftah.
Tingkatkan pendapatan dan kepastian penjualan hewan ternak
Salah satu penerima manfaat program Jantara, Heri Santoso, mengaku program tersebut sangat membantu peternak seperti dirinya yang selama ini kesulitan menjual hewan ternak dengan harga stabil karena tengkulak.
“Kalau di program Jantara, domba dihargai oleh Dompet Dhuafa sekitar Rp 70.000 per kilogram. Kalau sama tengkulak biasanya sistem gelondongan, jadi kadang bobot domba besar tapi harga tetap murah,” kata Heri.
Ia menilai sistem tersebut membuat peternak memperoleh keuntungan yang lebih baik sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil ternak mereka.
Menurut Heri, 10 domba yang dipelihara di kandangnya, seluruhnya sudah memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Ia menyebutkan, rata-rata domba yang dipelihara selama empat bulan masa penggemukan dengan pertumbuhan bobot sekitar tiga hingga empat kilogram per bulan.
“Target kenaikan bobotnya sekitar satu ons per hari. Sekarang rata-rata bobot domba di kandang sudah mencapai 34 sampai 38 kilogram,” jelasnya.
Dalam program tersebut, peternak juga mendapatkan dukungan berupa bibit ternak, pakan, hingga obat-obatan dari Dompet Dhuafa.
“Pakan dan bibit disediakan dari Dompet Dhuafa. Nanti hasil penjualannya dipotong biaya pakan dan ternak, sisanya menjadi keuntungan peternak,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, Heri menilai program Jantara juga meningkatkan pengetahuan peternak terkait pengelolaan ternak yang lebih baik, mulai dari pemisahan kandang berdasarkan ukuran hewan hingga pola pemberian pakan yang tepat.
Ia berharap program tersebut terus berkembang agar semakin banyak peternak desa yang dapat bergabung dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
“Harapan kami program Jantara ini bisa bermanfaat untuk lebih banyak masyarakat dan membantu meningkatkan perekonomian peternak di desa,” tandasnya.
| Program Jantara Dompet Dhuafa Perkuat Ekonomi Peternak Domba di Desa Tolokan Semarang |
|
|---|
| Program Kurban 1447 H Dompet Dhuafa Jangkau 102 Kabupaten/Kota, 788 Desa dan Tujuh Negara |
|
|---|
| 21 Tahun Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Sudah Luluskan 9.000 Penerima Manfaat Berkualitas |
|
|---|
| Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Dompet Dhuafa Gulirkan Bantuan Bagi Puluhan Nelayan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Heri-Santoso-peternak-domba-dari-program-Jaringan-Tani-Ternak-Nusantara-Dompet-Dhuafa-1.jpg)