Selasa, 12 Mei 2026

Kemensos

Sinergi Kemensos-BPS-DEN Percepat Digitalisasi Bansos, Tekan Inclusion dan Exclusion Error

Gus Ipul menggelar rapat bersama DEN dan BPS membahas penguatan akurasi penyaluran bansos, termasuk upaya menekan inclusion error dan exclusion error.

Tayang:
Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Prof. Arief Anshory Yusuf, dan jajaran terkait untuk memperkuat digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di ruang rapat Menteri Sosial, Kementerian Sosial, Senin (11/5/2026). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Prof. Arief Anshory Yusuf, dan jajaran terkait untuk memperkuat digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di ruang rapat Menteri Sosial, Kementerian Sosial, Senin (11/5/2026).

Rapat tersebut membahas penguatan akurasi penyaluran bansos, termasuk upaya menekan inclusion error dan exclusion error melalui pemutakhiran data, pemanfaatan big data, serta penyempurnaan model pemeringkatan penerima manfaat.

Inclusion Error adalah individu yang tidak berhak karena sudah mampu atau kaya justru terdaftar sebagai penerima bansos.

Sementara exclusion Error adalah orang yang seharusnya berhak (miskin/memenuhi syarat) justru tidak terdaftar atau tidak menerima bansos.

Kedua kesalahan ini merupakan tantangan utama dalam ketepatan sasaran data sosial di Indonesia.

Gus Ipul menegaskan digitalisasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Instruksi Presiden terkait DTSEN dan pengentasan kemiskinan.

Seluruh program Kemensos, kata dia, kini menggunakan DTSEN sebagai basis penyaluran bantuan sosial.

“Saya ingin hari ini menjadi tahapan dari proses digitalisasi bansos yang berpedoman pada Inpres nomor 4 dan 8. Jadi semua program menggunakan DTSEN karena itu perintah Presiden," ungkap Gus Ipul.

Dengan adanya digitalisasi bansos kita gembira menemukan hal mungkin jadi perhatian kita soal bansos tidak tepat sasaran," tambahnya.

Ia optimistis kesinambungan basis DTSEN dan proses digitalisasi akan meningkatkan akurasi bansos sehingga lebih tepat sasaran.

“DTSEN ini memang mengoreksi data kita. Sekarang DTSEN diperkuat dengan digitalisasi. Artinya ini menjadi benang merah yang tidak putus,” ujarnya.

Ia menyebut uji coba digitalisasi yang dilakukan di Banyuwangi menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dan kini mulai direplikasi di 42 kabupaten/kota, dengan target penerapan secara nasional pada akhir tahun 2026.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan literasi digital di masyarakat.

“Tapi ini kan harus dilalui, untuk mengedukasi masyarakat ke depan,” kata Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul juga mengungkapkan fakta masih tingginya kesalahan penyaluran bansos.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved