Jumat, 8 Mei 2026

Ibadah Haji

Jemaah Haji Wafat Bertambah Jadi 7 Orang, 39 Masih Dirawat di Arab Saudi

Jumlah jemaah haji Indonesia wafat bertambah jadi 7 orang. Sebanyak 39 lainnya masih dirawat di Arab Saudi

Tayang:
Istimewa/dok media center haji 2026
JEMAAH HAJI WAFAT - Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat kini menjadi 7 orang. Sementara itu, 39 jemaah lainnya masih dirawat di rumah sakit. 

WARTAKOTALIVE.COM - Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci kembali bertambah pada hari operasional haji ke-12.

Kementerian Haji dan Umrah melaporkan, hingga Minggu (3/5/2026), total jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi mencapai tujuh orang.

Dua jemaah terbaru yang wafat di Madinah adalah Siti Sri Rahayu Sanusi asal Kabupaten Pekalongan (kloter SOC-12) dan Endar Jaya Purwadi asal Kota Samarinda (kloter BPN-01).

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.

“Sehingga total jemaah wafat menjadi tujuh orang,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca juga: Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Selain kabar duka tersebut, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian. Ribuan jemaah dilaporkan membutuhkan penanganan medis selama berada di Tanah Suci.

Tercatat sebanyak 5.576 jemaah menjalani rawat jalan, sementara ratusan lainnya dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Saat ini, sebanyak 39 jemaah masih menjalani perawatan intensif di RSAS.

Meski demikian, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilaporkan tetap berjalan lancar dan terkendali.

Hasan menjelaskan, hingga awal Mei 2026, sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) dengan total 68.082 jemaah dan 697 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Baca juga: Insiden Bus Haji di Madinah, Sopir Luka Serius, Jemaah Alami Cedera Ringan

Sebagian besar jemaah masih berada di Madinah, yakni sebanyak 165 kloter, sementara 19 kloter lainnya telah berada di Makkah.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem, jemaah diimbau menjaga kesehatan dengan cukup minum air, tidak memaksakan aktivitas, serta membatasi barang bawaan saat beribadah.

“Kami terus memastikan jemaah terlindungi dan seluruh layanan berjalan aman, nyaman, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” jelasnya.

Pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan dalam pelaksanaan dam.

Pembayaran diminta dilakukan melalui jalur resmi guna menghindari penipuan.

Jemaah diimbau menggunakan layanan Adhahi dan tidak melakukan transaksi pembelian hewan kurban secara mandiri di pasar. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved