Rabu, 20 Mei 2026

Teknologi

ManageEngine Hadirkan Cara Praktis Deteksi Ancaman Siber dan Amankan Akses dalam Satu Sistem

ManageEngine integrasikan EDR dan Secure Private Access pada platform Endpoint Central untuk mendeteksi serangan siber dan mengamankan akses digital.

Tayang:
Istimewa
ILUSTRASI SERANGAN SIBER - ManageEngine integrasikan EDR dan Secure Private Access pada platform Endpoint Central untuk mendeteksi serangan siber dan mengamankan akses digital. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - ManageEngine, bagian dari Zoho Corporation, menghadirkan pengembangan fitur keamanan yang lebih canggih namun tetap mudah digunakan pada platform Endpoint Central yaitu EDR dan Secure Private Access.

Pemgembangan ini hadir ditengah meningkatnya ancaman siber di Indonesia. Data dari Badan Siber dan Sandi Negara menunjukkan bahwa dalam periode Januari hingga Juli 2025 terdapat lebih dari 3,64 miliar aktivitas mencurigakan di internet.

Hal ini menunjukkan bahwa risiko serangan digital semakin besar, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada sistem dan perangkat kerja.

Saat ini, serangan tidak hanya menyasar sistem pusat, tetapi juga perangkat yang digunakan karyawan sehari-hari seperti laptop, ponsel, dan komputer kantor.

Apalagi dengan sistem kerja hybrid, di mana karyawan bisa bekerja dari mana saja, perangkat-perangkat ini menjadi titik paling rentan terhadap serangan.

Di sisi lain, pelaku serangan kini juga memanfaatkan AI untuk membuat serangan yang lebih canggih dan masif, termasuk ransomware.

Sementara itu, model akses lama berbasis VPN justru menambah risiko karena biasanya langsung memberikan akses luas ke jaringan setelah login berhasil.

Karena itu, banyak perusahaan mulai beralih ke platform terpadu yang menggabungkan manajemen perangkat, keamanan, dan kontrol akses berbasis Zero Trust dalam satu sistem berbasis AI, untuk mengurangi kompleksitas sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap serangan.

Melihat kondisi tersebut, ManageEngine mengintegrasikan EDR dan Secure Private Access ke dalam Endpoint Central.

ManageEngine menyatukan deteksi ancaman, respons, dan kontrol akses dalam satu platform yang dibangun secara native, yang artinya semua fitur ini memang dibuat dari awal dalam satu sistem yang sama, bukan hasil gabungan atau tempelan dari berbagai tools berbeda, sehingga lebih terintegrasi, stabil, dan mudah digunakan.

Vice President and Principal Analyst at Constellation Research, Chirag Mehta mengatakan, dengan langkah tersebut, memungkinkan tim IT melakukan keamanan bekerja dari satu sumber data yang sama, sehingga deteksi lintas sistem dan proses investigasi bisa dilakukan lebih cepat.

“Menggabungkan EDR dengan kontrol akses berbasis kepercayaan perangkat membantu mengurangi waktu penyerang berada di sistem dan membatasi dampaknya," ungkap Chirag dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).

Keunggulan dari pembaruan ini adalah semua fitur sudah terintegrasi dalam satu platform. Artinya, tim IT tidak perlu lagi menggunakan banyak tools berbeda untuk mengelola perangkat, keamanan, dan akses. Semua bisa dilakukan dari satu dashboard, sehingga lebih praktis dan tidak rumit.

Selain mendeteksi ancaman, sistem ini juga bisa langsung melakukan tindakan, seperti mengisolasi perangkat yang terinfeksi, menghentikan program berbahaya, hingga memperbaiki celah keamanan. Bahkan, kualitas keamanan perangkat bisa terus dipantau secara real-time.

Sementara, Vice President at ManageEngine, Mathivanan Venkatachalam menjelaskan bahwa saat ini perangkat kerja menjadi pusat aktivitas sekaligus titik paling rawan serangan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved