Selasa, 28 April 2026

Berita Jakarta

Zebra Cross di Jalan Soepomo Kembali Dibangun, Pemprov DKI Targetkan 5 Titik

Pemprov DKI Jakarta mulai bangun 5 zebra cross di Jalan Soepomo Tebet setelah sempat hilang dan disorot warga demi keselamatan pejalan kaki

Tribun Jakarta/Bima Putra
ZEBRA CROSS VIRAL - Zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet yang sempat viral karena kondisinya tidak utuh, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026). Kini Pemprov DKI akan bangun di 5 titik 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membangun lima titik zebra cross di Jalan Soepomo, kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Langkah ini dilakukan setelah fasilitas penyeberangan di lokasi tersebut sempat hilang dan menjadi sorotan warga karena dinilai membahayakan pejalan kaki.

Minimnya fasilitas penyeberangan di jalan padat seperti Jalan Soepomo berisiko meningkatkan potensi kecelakaan, terutama bagi pejalan kaki.

Kehadiran zebra cross menjadi elemen penting untuk mengatur interaksi antara kendaraan dan pejalan kaki di kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyampaikan bahwa fasilitas ini diharapkan dapat mendorong tertib berlalu lintas serta memperkuat kesadaran pengguna jalan.

“Kami berharap kehadiran zebra cross ini dapat mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati di jalan,” ujar Heru dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Zebra Cross di Tebet Jakarta Selatan Disorot Warga, Dinas Bina Marga DKI Jakarta Janji Memperbaiki

Pembangunan ini menjadi respons atas belum optimalnya fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut.

Dari lima titik yang direncanakan, empat di antaranya mulai dikerjakan sejak Senin (30/3).

Heru menjelaskan, hilangnya marka zebra cross sebelumnya dipicu oleh kegiatan pemeliharaan rutin jalan serta proyek peningkatan trotoar yang berlangsung pada akhir 2025.

Proses pengaspalan menyebabkan marka lama tertutup lapisan baru.

Selain itu, tingginya intensitas hujan turut memengaruhi jadwal pengerjaan di lapangan.

“Perlu diketahui, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan. Material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik serta memiliki daya tahan maksimal,” jelasnya.

Heru juga mengapresiasi inisiatif warga yang secara mandiri mengecat jalan untuk dijadikan zebra cross sementara. 

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di ruang publik.

Ke depan, titik-titik penyeberangan yang dibuat secara swadaya itu akan ditata ulang secara bertahap agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Baca juga: Zebra Cross Swadaya Warga di Pancoran Dibongkar, DKI Sebut Tak Sesuai Standar

Dinas Bina Marga Minta Maaf

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved