Kamis, 4 Juni 2026

Perang AS vs Iran

Daftar Maut Petinggi Iran Jadi Target Mati AS-Israel Langgar Hukum Internasional, Teheran Desak PBB

Daftar Maut Petinggi Iran Jadi Target Mati AS-Israel Langgar Hukum Internasional, Teheran Desak PBB

Tayang:
https://parstoday.ir/
IRAN DESAK PBB - Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani mengungkapkan Republik Islam Iran secara resmi mengadukan adanya rencana pembunuhan terstruktur oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap pejabat tinggi mereka dalam daftar maut yang menjadi target mati ke Dewan Keamanan PBB. Dalam surat resmi yang dikirimkan pada Kamis (26/3/2026), Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani menilai apa yang dilakukan AS dan Israel adalah bentuk terorisme dan pelanggaran hukum Internasional. 

WARTAKOTALIVE.COM – Di tengah bara peperangan yang belum padam sejak akhir Februari lalu, dunia internasional kembali dikejutkan oleh pengungkapan rencana gelap yang mengincar nyawa para petinggi negara Irab.

Republik Islam Iran secara resmi mengadukan adanya rencana pembunuhan terstruktur oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap pejabat tinggi mereka dalam daftar maut yang menjadi target mati ke Dewan Keamanan PBB.

Dalam surat resmi yang dikirimkan pada Kamis (26/3/2026), Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas laporan media yang menyebutkan nama-nama besar seperti Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi telah masuk dalam daftar target eliminasi.

Baca juga: Satu Juta Pejuang Iran Siap Bertempur Darat Ciptakan Neraka Bagi AS, Jawaban Tegas Dikirim ke Trump

Iravani menegaskan bahwa ancaman ini bukanlah sekadar spekulasi kosong, melainkan kelanjutan dari kebijakan sistematis yang dimulai sejak agresi 28 Februari lalu.

Tragedi tersebut sebelumnya telah merenggut nyawa Pemimpin Besar Revolusi Islam dan sejumlah komandan militer senior, termasuk kepala keamanan Iran Ali Larijani.

"Laporan-laporan ini menunjukkan adanya kerangka operasional yang menargetkan pejabat politik tertinggi Iran. Ancaman ini berasal dari 'mentalitas kriminal' yang secara terang-terangan mengabaikan hukum internasional," tulis Iravani dalam suratnya kepada Sekjen PBB Antonio Guterres.

Ia menekankan bahwa posisi Menteri Luar Negeri seharusnya memiliki imunitas personal penuh di bawah hukum internasional.

Upaya menormalisasi pembunuhan pejabat tinggi negara berdaulat disebutnya sebagai preseden berbahaya yang mengancam perdamaian dunia dan sebuah bentuk terorisme.

“Saya segera meminta perhatian Yang Mulia dan para anggota Dewan Keamanan terhadap laporan-laporan yang diterbitkan di media,” kata Iravani.

Laporan-laporan itu kata Iravani menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel telah mengidentifikasi dan menetapkan pejabat-pejabat tinggi Republik Islam Iran, termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Islam, Bapak Mohammad Baqer Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri, Bapak Seyyed Abbas Araghchi, sebagai target pembunuhan.

"Laporan-laporan tersebut menggambarkan penangguhan rencana tersebut hanya bersifat sementara," ujarnya.

Menurut Arivani ada kerangka kerja operasional yang bertujuan untuk membunuh pejabat-pejabat politik tertinggi Iran.

“Kebijakan semacam itu jelas menunjukkan pelanggaran serius terhadap aturan hukum internasional yang mutlak. Sifat bersyarat dari dugaan ‘penangguhan’ juga menegaskan bahwa ancaman tersebut tetap nyata, disengaja, dan berkelanjutan,” kata Iravani.

Ia menambahkan bahwa ancaman-ancaman ini adalah produk dari pola pikir kriminal yang secara terbuka menyebut aturan keterlibatan sebagai 'bodoh'.

Baca juga: Trump Sebut Iran Negosiator Hebat Tapi Petarung yang Buruk, Militernya Lumpuh Total

"Pasukan yang sama, bekerja sama dengan teroris yang menguasai Tel Aviv, telah membom dan membunuh ratusan mahasiswa, menghancurkan rumah sakit, situs warisan budaya, dan melakukan kejahatan keji lainnya dalam kampanye terorisme negara yang terbuka di Itan," kata Iravani.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved