Senin, 13 April 2026

Kemensos

Mensos Gus Ipul: Pasca Lebaran Momentum Perkuat Program dan Layanan Sosial 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pasca Lebaran 2026 menjadi momentum perkuat program dan layanan sosial. 

Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah pada Rabu (25/3/2026). Rapat digelar secara hybrid di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat dan dihadiri oleh seluruh pimpinan pada masing-masing direktorat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan kepada seluruh jajarannya bahwa pasca Lebaran 2026 menjadi momentum untuk kembali bekerja dengan semangat dan disiplin baru, serta orentasi yang makin kuat pada pelayanan. 

Ia mengatakan, berbagai program dan layanan yang diberikan harus tepat sasaran, kecepatan layanan, akuntabilitas, dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah pada Rabu (25/3/2026). Rapat digelar secara hybrid di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat dan dihadiri oleh seluruh pimpinan pada masing-masing direktorat.

"Pasca Lebaran ini harus menjadi awal percepatan kerja yang lebih disiplin, lebih bersih, dan lebih berdampak. Semua program, data, pengawasan, dan layanan harus bermuara pada satu tujuan, yakni melindungi, menguatkan, dan memuliakan masyarakat," kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada ego sektoral di tubuh Kemensos dalam bekerja. Dia menekankan, seluruh unit harus bekerja dalam satu irama yang sama untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Satu orkestrasi yang terhubung satu dengan yang lain. Coba para direktur, sering-sering ngobrol, tidak hanya (secara) formal, tapi pokoknya yang tugasnya tampak bersinggungan, saya minta benar-benar duduk bersama cari solusi, cari koordinasi, cari cara untuk mengintegrasikan program. Tolong konkretkan dan tolong ini jadi satu policy (kebijakan) yang nanti berdampak nyata di tengah-tengah masyarakat," tegasnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen

Selain konsolidasi internal Gus Ipul juga menyampaikan, Kemensos harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. 

Ia mendorong agar disiapkan solusi transisi yang layak, aman dan bermutu bagi daerah yang belum memiliki gedung sekolah permanen dengan memanfaatkan aset atau fasilitas yang tersedia.

"Kemudian, perlu percepatan evaluasi pemerataan SDM Sekolah Rakyat secara jujur, mana yang sudah cukup, mana yang masih kurang guru, mana yang kurang wali asuh, wali asrama, tenaga administrasi dan tenaga pendukung lainnya," jelasnya.

Rehabilitasi sosial 

Selanjutnya, terkait rehabilitasi sosial (rehsos), Gus Ipul meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehsos memberikan layanan kepada lansia, penyandang disabilitas, anak, korban napza, dan kelompok rentan lainnya harus dilakukan dengan pendekatan manusiawi, berbasis keluarga, dan berbasis komunitas. 

Dia menekankan, standar layanan, etika pendampingan dan mutu intervensi harus dijaga agar upaya memulihkan harkat, fungsi sosial, dan harapan hidup kelompok rentan dapat benar-benar terasa.

Gus Ipul menegaskan, sentra-sentra di beberapa provinsi merupakan ujung tombak layanan Kemensos. Ia pun meminta agar seluruh sentra tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif, melainkan harus menjadi pusat layanan terpadu yang aktif, responsif, dan solutif.

"Sentra harus menjadi simpul yang menghubungkan perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan dan pelayanan kedaruratan. Perlu penegasan kembali peran setiap sentra sesuai kebutuhan wilayah dan kelompok sasaran," ungkap Gus Ipul. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved