Selasa, 5 Mei 2026

Perang AS vs Iran

Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam: Pembunuh Larijani Akan Segera Bayar Nyawa

Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam: Pembunuh Larijani Akan Segera Bayar Nyawa

Tayang:
YouTube DW News
MOJTABA SUMPAH BALAS - Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras kedua sejak naik takhta menggantikan ayahnya bulan Maret 2026. Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan media pemerintah, Mojtaba menegaskan bahwa pembunuhan kepala keamanan Iran berpengaruh, Ali Larijani, adalah bukti nyata ketakutan musuh terhadap kokohnya sistem Islam di Iran dan bersumpah akan membalas dendam kepada pembunuhnya. 

WARTAKOTALIVE.COMPemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras kedua sejak naik takhta menggantikan ayahnya bulan Maret 2026 ini.

Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan media pemerintah, Mojtaba menegaskan bahwa pembunuhan kepala keamanan Iran berpengaruh, Ali Larijani, adalah bukti nyata ketakutan musuh terhadap kokohnya sistem Islam di Iran.

"Setiap tetes darah memiliki harganya. Para pembunuh kriminal martir ini akan segera membayar harga tersebut," tegas Mojtaba Khamenei.

Baca juga: Wajah Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran Luka Robek di Serangan Pertama AS-Israel

MOJTABA TERLUKA - Di tengah kecamuk perang yang mengguncang Timur Tengah, sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei (56), menjadi sorotan dunia, karena memikul beban memimpin bangsa di masa krisis dan dikabarkan tengah berjuang memulihkan diri dari cedera kaki yang dialaminya saat serangan perdana Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan awal tersebut tidak hanya melukai dirinya, tetapi juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk ayahnya Ali Khamenei yang saat itu masih menjabat sebagai pemimpin tertinggi.
MOJTABA TERLUKA - Di tengah kecamuk perang yang mengguncang Timur Tengah, sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei (56), menjadi sorotan dunia, karena memikul beban memimpin bangsa di masa krisis dan dikabarkan tengah berjuang memulihkan diri dari cedera kaki yang dialaminya saat serangan perdana Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan awal tersebut tidak hanya melukai dirinya, tetapi juga menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk ayahnya Ali Khamenei yang saat itu masih menjabat sebagai pemimpin tertinggi. (YouTube drw)

Ia menambahkan bahwa kematian Larijani justru akan memperkuat 'pohon sistem Islam' yang kini tengah digempur oleh kekuatan asing.

"Mereka yang memusuhi Islam harus tahu bahwa penumpahan darah ini di kaki pohon sistem Islam yang menjulang tinggi hanya akan membuatnya semakin kuat, dan tentu saja setiap darah memiliki harganya, yang akan segera dibayar oleh para pembunuh kriminal para martir ini," kata Mojtaba.

Sinyal Keras dari Selat Hormuz

Di tengah ancaman militer yang kian nyata, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan gambaran mengenai arah kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinan Mojtaba.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi mengisyaratkan bahwa Iran tidak akan begitu saja membuka Selat Hormuz—jalur nadi minyak dunia yang kini mereka tutup.

Baca juga: Perintah Perdana Mojtaba Khamenei Untuk Rakyat Iran: Serukan Balas Dendam ke AS–Israel

Araghchi mengusulkan adanya protokol baru bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.

Ia menekankan bahwa navigasi damai hanya mungkin terjadi jika kepentingan Iran dipertimbangkan dan di bawah kondisi khusus yang ditetapkan Teheran.

Langkah ini diprediksi akan terus menekan harga minyak global ke level tertinggi.

Teka-teki Senjata Nuklir dan Serangan Regional

Mengenai isu sensitif senjata nuklir, Araghchi menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei belum mengeluarkan pendapat resmi terkait legitimasi senjata pemusnah massal.

Namun, ia memperkirakan kebijakan tersebut 'tidak akan berbeda jauh' dari fatwa mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang mengharamkan senjata nuklir pada awal 2000-an.

Terkait serangan yang mengenai wilayah tetangga, Araghchi membela diri dengan menyalahkan militer Amerika Serikat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved