Jumat, 1 Mei 2026

Ijazah Jokowi

Rismon Minta Restorative Justice, Ahli Forensik: Harusnya Tetap Diproses Hukum

Ahli digital forensik Josua Sinambela menolak pemberian Restorative Justice kepada Rismon Sianipar dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.

Tayang:
Istimewa
TOLAK RJ - Ahli forensik digital Josua Sinambela (kiri) protes bila Rismon Sianipar diberikan restorative justive dalam kasus ijazah Jokowi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ahli digital forensik Josua Sinambela menolak wacana pemberian Restorative Justice (RJ) kepada Rismon Hasiholan Sianipar, tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Rismon bersama Roy Suryo dan dr Tifa sempat mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi.

Namun belakangan, Rismon justru mengubah sikapnya. Ia menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli dan mengaku keliru dalam penelitiannya.

Rismon juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan keluarganya.

Selain itu, ia mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice.

Dalam proses tersebut, Rismon diketahui telah mendatangi kediaman Jokowi di Solo.

Ia juga mengunjungi Istana Wakil Presiden untuk bertemu dengan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra Jokowi.

Perubahan sikap Rismon ini menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk Roy Suryo dan dr Tifa yang sebelumnya berada di pihak yang sama dengannya dalam mempersoalkan ijazah Jokowi.

Baca juga: Rismon Sianipar Tetap Wajib Lapor, Meski Sudah Akui Ijazah Joko Widodo Asli

Menanggapi hal tersebut, Josua Sinambela menilai Rismon tidak seharusnya memperoleh Restorative Justice.

Menurutnya, tindakan Rismon selama ini telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Josua menyebut bahwa berbagai tuduhan yang dilontarkan Rismon sebelumnya bahkan menyeret sejumlah lembaga, mulai dari institusi pendidikan hingga aparat kepolisian.

“Banyak orang akhirnya membenci seseorang atau lembaga tertentu karena tuduhan yang disampaikan. Kampus, kepolisian, dan berbagai lembaga lainnya ikut terseret,” ujar Josua sebelum berangkat ke Jepang untuk meneliti ijazah S2 dan S3 milik Rismon di Universitas Yamaguchi yang juga diduga bermasalah.

Ia menambahkan, Rismon seharusnya mendapatkan pelajaran dari kasus ini.

Meski Jokowi mungkin saja memaafkan, Josua menilai pemberian RJ justru dapat menimbulkan kesan ketidakkonsistenan.

“Kalau sampai diberikan RJ, itu berarti tidak konsisten,” tegasnya.

Baca juga: Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli, Yakup Hasibuan: Permintaan Maaf Disampaikan ke Penyidik

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved