Rabu, 29 April 2026

Perang AS vs Iran

Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam atas Darah Para Syuhada Tidak Akan Dilupakan

Mojtaba Khamenei: Balas Dendam atas Darah Para Syuhada Tidak Akan Kami Lupakan. Mojtaba juga memberikan sinyal tegas mengenai arah kebijakan Iran

YouTube NDTV
MOJTABA KHAMENEI - Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam yang baru terpilih, merilis pesan pertamanya yang ditujukan kepada bangsa Iran. Dalam pesan tersebut, ia bersumpah bahwa Iran tidak akan mengabaikan balas dendam atas darah para syuhada. 

WARTAKOTALIVE.COM – Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam yang baru terpilih, merilis pesan pertamanya yang ditujukan kepada bangsa Iran.

Dalam pesan tersebut, ia bersumpah bahwa Iran tidak akan mengabaikan balas dendam atas darah para syuhada.

"Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan balas dendam atas darah para syuhada Anda. Balas dendam yang kami maksud tidak hanya terkait dengan kemartiran Pemimpin Revolusi yang agung; melainkan, setiap anggota bangsa yang menjadi syahid oleh musuh adalah subjek terpisah untuk berkas balas dendam tersebut," ujar Ayatollah Khamenei dalam pesannya dilansir Tasnim News.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Sampaikan Pernyataan Perdana: Pangkalan Militer AS Harus Tutup atau Kami Serang

Mojtaba Khamenei juga memberikan sinyal tegas mengenai arah kebijakan Iran di tengah badai konflik dengan Amerika Serikat yang menerjang negaranya.

Di tengah tekanan militer yang meningkat, ia menegaskan sikap keras Iran terhadap kehadiran Amerika Serikat di kawasan, sekaligus menawarkan kompensasi bagi warga terdampak.

Dalam pidato yang direkam tersebut, Khamenei mengeluarkan peringatan keras bagi Amerika Serikat.

Ia menuntut agar seluruh pangkalan militer AS di kawasan segera ditutup.

Tanpa basa-basi, ia menegaskan bahwa jika pangkalan-pangkalan tersebut tetap beroperasi, Iran tidak akan ragu untuk terus menjadikannya target serangan.

"Kami hanya menargetkan pangkalan AS, dan kami akan terus melakukannya," ujar Mojtaba Khamenei dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah.

Meski bersikap agresif terhadap AS, ia justru melunakkan nada bicaranya terhadap negara tetangga, dengan menekankan pentingnya memperbaiki hubungan diplomatik di kawasan.

Khamenei memanfaatkan momen ini untuk menggalang persatuan nasional dan memperkuat moral pasukannya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada militer Iran yang dinilai mampu menahan upaya dominasi asing di tengah gempuran serangan udara.

Tak hanya itu, ia mengonfirmasi adanya dukungan dari jaringan sekutu Iran.

Ia menyebut kelompok Houthi di Yaman dan berbagai kelompok bersenjata di Irak telah menyatakan kesiapan untuk melakukan tugas mereka demi membantu Iran.

"Kami akan membalas darah para martir kami," tegasnya, merujuk pada kematian mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan udara sebelumnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved