Jumat, 8 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis

Kepala BGN: Program Makan Bergizi Gratis Tak Mengurangi Anggaran Pendidikan 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan program Makan Bergizi Gratis tidak mengurangi anggaran pendidikan 2026 meski dananya Rp223 triliun.

Tayang:
Warta Kota/Miftahul Munir
PROGRAM MBG - Kepala Badan Gizi Nasional RI Dadan Hindayana berbincang dengan podcaster Eddy Wijaya, Kamis (5/3/2026). Dadan pastikan Program MBG tidak kurangi anggaran pendidikan. (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

Dari jumlah itu, alokasi anggaran MBG pada 2026 tercatat Rp 268 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 71 triliun. 

Anggaran MBG tahun ini rencananya dibelanjakan untuk pelaksanaan program Rp 255,5 triliun dan dukungan manajemen Rp 12,4 triliun.

Terkait hal itu Dadan menyebut anggaran pendidikan dasar, menengah, dan tinggi justru naik. 

Baca juga: Kabar Gembira untuk Pengusaha Dapur MBG Bakal Dapat Insentif Rp144 Juta Perbulan

Ia juga menyebut jumlah penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah justru naik, begitu pun tunjangan guru dan anggaran pembangunan sekolah rusak. 

“Jadi anggaran BGN tidak mengambil dari anggaran pendidikan, baik dasar, menengah, maupun tinggi,” ucap Dadan.

Tak hanya itu, Dadan juga mengklaim MBG berdampak positif bagi kegiatan belajar-mengajar. 

Setelah ada MBG, tingkat kehadiran siswa di sekolah mengalami kenailan signifikan dari 70 persen menjadi 95 persen. 

“Jadi ada peningkatan partisipasi sekolah, semangat belajarnya juga naik, dan ada rasa senang ada di sekolah karena kehadiran MBG,” tutur pria berkemeja warna telur asin.

Dadan menambakan, program MBG tak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tapi juga dalam menggerakkan perekonomian. 

Hal ini terkait kritik anggaran MBG per porsi sebesar Rp 15.000 dan Rp 5.000 di antaranya habis untuk operasional dan insentif. 

Sebagian kalangan menganggap uang Rp 5.000 itu adalah sepertiga dari Rp 15.000, jadi akan ada sebesar Rp 111,6 triliun dari Rp 335 triliun tidak tepat sasaran, yang sebenarnya bisa dioptimalkan penggunaannya jika dana MBG diserahkan langsung ke orang tua murid maupun kantin sekolah.

Menurut Dadan, justru dengan sistem yang sekarang, yakni pengelolaan oleh SPPG, bisa membantu banyak UMKM. 

Ia menjelaskan, MBG bisa membuka lapangan pekerjaan untuk 1,2 juta orang.

Angka penjualan kendaraan bermotor juga diklaim Dadan naik setelah MBG beroperasi. Begitu pun nilai tukar petani yang juga naik. 

"Jadi dari segi ekonomi ini menggerakkan seluruh unsur di masyarakat, terutama yang bergerak di bidang food and beverage," imbuh Dadan penuh keyakinan. (m26)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved