Kamis, 4 Juni 2026

Berita Internasional

Irak Ogah Diseret AS dan Israel Dalam Konflik dengan Iran

Irak ogah diseret-seret Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk terlibat perang dengan Iran.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM - Irak ogah diseret-seret Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk terlibat perang dengan Iran

Oleh karena itu Penasihat keamanan nasional Irak Qasem al-Araji memastikan negaranya tidak akan dijadikan lokasi militer AS dan Israel untuk menyelundupkan tentara ke Iran.

Al-Araji berjanji tidak akan mengizinkan kelompok mana pun yang berbasis di wilayah Irak untuk melintasi perbatasan ke Iran untuk melakukan aksi teror ke Iran.

Maka Al-Araji telah menghubungi Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Bagheri terkait pembatasan tersebut.

Araji menekankan bahwa Irak akan melanjutkan kontak diplomatiknya dengan berbagai pihak untuk meredakan ketegangan dan memastikan jalan menuju diplomasi.

Ia menyatakan bahwa Perdana Menteri Irak Mohammad Shia' al-Sudani telah memerintahkan para pejabat untuk sepenuhnya menghormati perjanjian keamanan Teheran-Baghdad, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan infiltrasi teroris ke Iran.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) juga telah meningkatkan kehadiran pasukan keamanan Peshmerga di sepanjang perbatasan dengan Iran.

Sementara itu, Bagheri mengatakan bahwa Iran telah memberitahu negara-negara pesisir Teluk Persia bahwa mereka belum dan tidak akan menyerang misi diplomatik, rumah sakit, ladang minyak, atau fasilitas sipil di Irak.

Baca juga: Eksodus Besar-besaran 17.500 Warga AS Tinggalkan Timur Tengah, Israel Gempur Pusat Komando Hizbullah

Sebelumnya dilaporkan CNN mata-mata Amerika Serikat (AS) CIA disebut sedang berupaya mempersenjatai pasukan Kurdi dengan tujuan memicu pemberontakan rakyat di Iran.

Menurut sumber-sumber tersebut, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah aktif berdiskusi dengan kelompok-kelompok oposisi Iran dan para pemimpin Kurdi di Irak tentang pemberian dukungan militer kepada mereka.

Kelompok-kelompok bersenjata Kurdi Iran memiliki ribuan pasukan yang beroperasi di sepanjang perbatasan Irak-Iran, terutama di wilayah Kurdistan Irak

Beberapa kelompok telah mengeluarkan pernyataan publik sejak awal perang yang mengisyaratkan tindakan segera dan mendesak pasukan militer Iran untuk membelot. 

Dukungan CIA untuk kelompok-kelompok Kurdi Iran dimulai beberapa bulan sebelum perang, kata salah satu sumber dan seorang pejabat senior Pemerintah Daerah Kurdistan.

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved