Perang AS vs Iran
Kapal Perang Modern Iran IRIS Dena Karam Dihantam Torpedo Kapal Selam AS di Samudra Hindia
Kapal Perang Modern Iran IRIS Dena Karam Dihantam Torpedo Kapal Selam AS di Samudra Hindia
WARTAKOTALIVE.COM -- Konflik yang memanas di Timur Tengah kini merembet hingga perairan Samudra Hindia.
Kapal perusak paling modern milik Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah dihantam torpedo oleh kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat, Rabu (4/3/2026).
Insiden ini menandai konfrontasi langsung paling mematikan di laut dalam sejarah modern kedua negara.
Baca juga: Iran Klaim Tembak Jatuh 3 Jet Tempur F-15 AS, Keberadaan PM Israel Misteri Usai Kantornya Dirudal
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi bahwa militer AS melakukan serangan terhadap kapal perang Iran tersebut di perairan internasional saat IRIS Dena sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti latihan angkatan laut internasional di India.
Tragedi di Tengah Laut: 80 Pelaut Tewas, Ratusan Hilang
Kementerian Pertahanan Sri Lanka melaporkan sedikitnya 80 pelaut Iran tewas dalam insiden tersebut.
Dari total 180 kru yang berada di atas kapal saat panggilan darurat (distress call) pertama kali diterima, baru 32 orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka parah.
Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sri Lanka segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran.
Para korban selamat kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit pemerintah di kota pelabuhan Galle.
Namun, nasib sekitar 101 orang lainnya masih belum menemui titik terang di tengah luasnya Samudra Hindia.
Baca juga: Jeritan dari Tanah Suci: Ratusan Jemaah Umrah Karawang Terjebak Bara Perang AS-Iran
Penyergapan di "Blue Water": Strategi Mencegat Iran
Tenggelamnya IRIS Dena, yang merupakan kapal kelas Mowj buatan domestik terbaik Iran, menjadi pukulan telak bagi ambisi "Blue Water Navy" Teheran.
Para analis menilai AS sengaja memilih lokasi pencegatan di lautan terbuka lepas pantai Sri Lanka untuk menghindari risiko eskalasi di Selat Hormuz yang padat dan sensitif secara ekonomi.
Langkah ini mengirimkan pesan kuat dari Washington bahwa mereka siap mengejar aset militer Iran di mana pun di dunia.
"Militer AS melakukan serangan terhadap kapal perang Republik Islam Iran... ini adalah bagian dari misi untuk memastikan stabilitas di jalur perdagangan internasional," lapor Reuters mengutip pejabat senior AS.
Dilema Diplomatik Sri Lanka
Insiden ini menempatkan Sri Lanka dalam posisi sulit.
Sebagai negara yang menjaga hubungan baik dengan Iran namun secara strategis bergantung pada blok Barat, Kolombo memilih untuk tetap fokus pada aspek kemanusiaan.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menegaskan bahwa prioritas utama mereka adalah menyelamatkan nyawa para pelaut.
Meskipun AS telah mengklaim tanggung jawab, otoritas Sri Lanka masih enggan memberikan komentar pasti mengenai penyebab tenggelamnya kapal demi menjaga netralitas diplomatik di tengah bara konflik global.
Hingga saat ini, investigasi penuh masih tertunda menunggu selesainya operasi penyelamatan.
Dunia kini menahan napas menanti reaksi balasan dari Teheran atas hilangnya salah satu simbol kekuatan laut mereka di tangan armada bawah air Amerika.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
Perang AS-Iran
Kapal Perang Modern Iran
Kapal IRIS Dena
Kapal Perang Iran Karam
Kapal Selam AS
torpedo
Samudra Hindia
| Iran Eksekusi Dua Mata-Mata Mossad, Terbukti Bocorkan Lokasi Nuklir dan Tebar Teror Bom! |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Kobarkan Jihad Baru: Setelah Klaim Menang Militer, Iran Incar Kejayaan Ekonomi |
|
|---|
| AS Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz dan Sita Minyaknya, Trump: Kita Seperti Bajak Laut |
|
|---|
| Trump Tolak Proposal Damai Iran, Ancam Serangan Total: Mereka Minta Hal yang Tak Bisa Saya Setujui! |
|
|---|
| Iran Ajukan Proposal Baru ke Meja Trump via Pakistan di Tengah Misteri Kondisi Mojtaba Khamenei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KAPAL-IRIS-DENA-KARAM.jpg)