Selasa, 19 Mei 2026

Perang AS vs Iran

Kapal Perang Modern Iran IRIS Dena Karam Dihantam Torpedo Kapal Selam AS di Samudra Hindia

Kapal Perang Modern Iran IRIS Dena Karam Dihantam Torpedo Kapal Selam AS di Samudra Hindia

Tayang:
Iranwire
KAPAL IRIS DENA - Samudra Hindia mencekam setelah lapal perusak paling modern milik Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah dihantam torpedo oleh kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat, Rabu (4/3/2026) dan sedikitnya 80 pelaut Iran dinyatakan tewaa. Insiden ini menandai konfrontasi langsung paling mematikan di laut dalam sejarah modern kedua negara. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Konflik yang memanas di Timur Tengah kini merembet hingga perairan Samudra Hindia.

Kapal perusak paling modern milik Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah dihantam torpedo oleh kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat, Rabu (4/3/2026).

Insiden ini menandai konfrontasi langsung paling mematikan di laut dalam sejarah modern kedua negara.

Baca juga: Iran Klaim Tembak Jatuh 3 Jet Tempur F-15 AS, Keberadaan PM Israel Misteri Usai Kantornya Dirudal

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi bahwa militer AS melakukan serangan terhadap kapal perang Iran tersebut di perairan internasional saat IRIS Dena sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti latihan angkatan laut internasional di India.

Tragedi di Tengah Laut: 80 Pelaut Tewas, Ratusan Hilang

Kementerian Pertahanan Sri Lanka melaporkan sedikitnya 80 pelaut Iran tewas dalam insiden tersebut.

Dari total 180 kru yang berada di atas kapal saat panggilan darurat (distress call) pertama kali diterima, baru 32 orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi luka parah.

Angkatan Laut dan Angkatan Udara Sri Lanka segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran.

Para korban selamat kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit pemerintah di kota pelabuhan Galle.

Namun, nasib sekitar 101 orang lainnya masih belum menemui titik terang di tengah luasnya Samudra Hindia.

Baca juga: Jeritan dari Tanah Suci: Ratusan Jemaah Umrah Karawang Terjebak Bara Perang AS-Iran

Penyergapan di "Blue Water": Strategi Mencegat Iran

Tenggelamnya IRIS Dena, yang merupakan kapal kelas Mowj buatan domestik terbaik Iran, menjadi pukulan telak bagi ambisi "Blue Water Navy" Teheran.

Para analis menilai AS sengaja memilih lokasi pencegatan di lautan terbuka lepas pantai Sri Lanka untuk menghindari risiko eskalasi di Selat Hormuz yang padat dan sensitif secara ekonomi.

Langkah ini mengirimkan pesan kuat dari Washington bahwa mereka siap mengejar aset militer Iran di mana pun di dunia.

"Militer AS melakukan serangan terhadap kapal perang Republik Islam Iran... ini adalah bagian dari misi untuk memastikan stabilitas di jalur perdagangan internasional," lapor Reuters mengutip pejabat senior AS.

Dilema Diplomatik Sri Lanka

Insiden ini menempatkan Sri Lanka dalam posisi sulit.

Sebagai negara yang menjaga hubungan baik dengan Iran namun secara strategis bergantung pada blok Barat, Kolombo memilih untuk tetap fokus pada aspek kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menegaskan bahwa prioritas utama mereka adalah menyelamatkan nyawa para pelaut.

Meskipun AS telah mengklaim tanggung jawab, otoritas Sri Lanka masih enggan memberikan komentar pasti mengenai penyebab tenggelamnya kapal demi menjaga netralitas diplomatik di tengah bara konflik global.

Hingga saat ini, investigasi penuh masih tertunda menunggu selesainya operasi penyelamatan.

Dunia kini menahan napas menanti reaksi balasan dari Teheran atas hilangnya salah satu simbol kekuatan laut mereka di tangan armada bawah air Amerika.

 

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved