Kamis, 7 Mei 2026

Berita Internasional

Jeritan dari Tanah Suci: Ratusan Jemaah Umrah Karawang Terjebak Bara Perang AS-Iran

Jeritan dari Tanah Suci: Ratusan Jemaah Umrah Karawang Terjebak Bara Perang AS-Iran di Timur Tengah, dampak jalur udara ditutup

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
YouTube Al Jazeera English
JEMAAH UMRAH TERTAHAN - Tangkapan layar video Bandara di Dubai yang lumpuh karena jalur penerbangan udara di tutup imbas memanasnya konflik Perang AS-Iran. Perang ini juga mengakibatkan 300 jemaah umrah karawang tertahan di tanas suci, dan tidak bisa kembali ke tanah air sesuai jadwal. 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan jemaah umrah asal Karawang tertahan di Tanah Suci dan terancam tidak bisa pulang akibat meluasnya perang bersenjata antara AS-Israel dan Iran.
  • Data sementara dari Kanwil Kemenag Karawang dan PPIU memperkirakan lebih dari 300 jemaah terjebak, baik yang sudah selesai ibadah maupun yang masih beribadah.
  • Pemerintah tengah berkoordinasi untuk memantau keselamatan jemaah dan mengupayakan kepulangan, sembari mengimbau calon jemaah lain untuk menunda keberangkatan hingga situasi aman.

WARTAKOTALIVE.COM – Bara konflik bersenjata di Timur Tengah kini menyisakan nestapa bagi ratusan jemaah umrah asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu ketidakpastian tinggi, membuat rombongan tamu Allah ini tertahan di Tanah Suci dan terancam tidak bisa pulang ke tanah air sesuai jadwal.

Situasi mencekam ini memukul telak hati para keluarga jemaah di Karawang.

Baca juga: Lolos Lubang Jarum 25 Jemaah Umrah Depok Pulang 4 Jam Sebelum Bandara Jeddah Tutup Imbas Perang Iran

Harapan untuk menyambut kepulangan kerabat tercinta dengan suka cita, kini berganti dengan kecemasan mendalam seiring meluasnya konflik yang berpotensi melumpuhkan jalur penerbangan internasional di kawasan tersebut.

Ratusan Jiwa Terancam Tertahan di Tengah Konflik

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Karawang mengonfirmasi adanya laporan ratusan jemaah umrah yang kini dalam kondisi terjebak.

Sebagian besar jemaah yang sudah menyelesaikan ibadah kini tidak memiliki kepastian kepulangan, sementara ratusan lainnya yang masih berada di Arab Saudi untuk beribadah juga berpotensi menghadapi nasib serupa.

"Kami menerima informasi bahwa banyak jemaah asal Karawang yang tertahan tidak bisa pulang imbas eskalasi perang AS-Israel dan Iran," ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Karawang, Rojak, Rabu (4/3/2026).

Rojak memaparkan, berdasarkan koordinasi sementara dengan asosiasi travel dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Karawang, jumlah jemaah yang terdampak diperkirakan sangat signifikan.

“Kami masih melakukan penelusuran mendalam terkait kondisi dan lokasi pasti jemaah Karawang yang berangkat melalui PPIU maupun melalui Kementerian di Jakarta. Data sementara dari teman-teman travel menunjukkan, jumlahnya bisa mencapai 300 jemaah lebih,” tambahnya.

Baca juga: Serangan Israel Klaim Tewaskan Kepala Markas Intelijen Hizbullah Hassan Maqlad

Kecemasan di Tanah Air, Doa untuk Keselamatan di Tanah Suci

Kabar tertahannya para jemaah ini bak petir di siang bolong bagi keluarga di Karawang.

Di tengah khusyuknya ibadah umrah, para jemaah kini harus menghadapi bayang-bayang konflik bersenjata yang tidak dapat diprediksi arahnya.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiel, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam.

Keluarga jemaah terus memantau perkembangan situasi melalui berbagai media dan hanya bisa memanjatkan doa terbaik untuk keselamatan sanak saudara mereka yang tengah berjuang di Tanah Suci.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved