Berita Internasional
AS Diduga Gagal Buat Propaganda Khamenei Adalah Diktator
Amerika Serikat ternyata gagal membuat propaganda Ali Khamenei sebagai pemimpin diktator dan jahat.
Namun dari media Iran membagikan video ribuan masyarakat Iran yang menangisi Khamenei dalam pemakamannya.
Konflik Iran dengan sejumlah negara barat bermula dari Revolusi Iran pada 1980.
Sebagian rakyat Iran menghendaki revolusi karena mereka menganggap perdagangan minyak dengan barat yang tidak adil.
Khamenei merupakan salah satu penentang utama AS di panggung politik internasional. Ia menolak pengaruh AS dan Barat di Timur Tengah. Ia berulang kali memperingatkan, intervensi militer AS di Iran akan menimbulkan konsekuensi besar.
Bukan hanya menentang Barat dan menolak perusahaan minyak asing dibangun di Iran, Khamenei juga mengkampanyekan proyek nuklir yang membuat negara barat semakin gerah.
Obsesi proyek nuklir inilah yang kemudian membuat Iran semakin didesak oleh AS dan sekutu hingga ekonomi negara Syiah tersebut anjlok.
Beberapa kali Iran harus menerima sanksi blokade dari Eropa dan AS di mana mereka tidak boleh menjual minyak ke sekutu.
Namun hal itu tidak membuat para pemimpin Iran gentar dan tetap melakukan perlawanan terhadap AS baik di meja PBB hingga perang terbuka.
Namun setelah Khamenei tewas, penggantinya masih sulit diprediksi. Apalagi, serangan AS-Israel juga menewaskan sejumlah tokoh senior dan petinggi IRGC.
Dalam praktiknya, pilihan kemungkinan akan dibuat oleh tokoh-tokoh senior Iran dan kemudian disetujui oleh Majelis Ahli.