Jumat, 24 April 2026

Berita Internasional

Langit Timur Tengah Membara, AS dan Israel Hantam Iran dengan Rudal Tomahawk

Langit Timur Tengah Membara, Amerika Serikat dan Israel Hantam Iran dengan Rudal Tomahawk 2

Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM/Tidak Ada
RUDAL TOMAHAWK 2 -- Langit malam di perairan Timur Tengah itu mendadak menyala. Dari geladak kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance, sebuah kilatan cahaya memecah gelap, diikuti semburan api yang menandai peluncuran rudal jelajah Tomahawk menuju daratan Iran. Rekaman yang dirilis Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Senin (2/3/2026) memperlihatkan detik-detik serangan itu—tenang, presisi, dan mematikan. 

WARTAKOTALIVE.COM — Langit malam di perairan Timur Tengah itu mendadak menyala.

Dari geladak kapal perusak rudal berpemandu USS Spruance, sebuah kilatan cahaya memecah gelap, diikuti semburan api yang menandai peluncuran rudal jelajah Tomahawk menuju daratan Iran

Rekaman yang dirilis Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Senin (2/3/2026) memperlihatkan detik-detik serangan itu tenang, presisi, dan mematikan.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang diberi sandi Operasi Epic Fury, yang dilancarkan oleh Komando Pusat Amerika Serikat.

Dalam video berdurasi singkat itu, sejumlah rudal dilepaskan berurutan dari sistem peluncur vertikal kapal, melesat rendah di atas permukaan laut sebelum menghilang di cakrawala.

Tidak terdengar suara ledakan dari kejauhan, hanya gemuruh mesin dan komando singkat awak kapalse buah kontras sunyi dari dampak yang ditimbulkannya di daratan.

Departemen Pertahanan AS menyebut serangan tersebut ditujukan pada fasilitas militer strategis Iran yang dinilai berperan dalam eskalasi konflik regional.

Namun di balik istilah “target strategis” dan “presisi tinggi”, realitas di lapangan menunjukkan konsekuensi yang jauh lebih luas.

Perang di Timur Tengah kembali memasuki babak paling genting.

Pada hari yang sama, Israel dilaporkan melancarkan serangan udara terpisah terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran

Teheran dan sekutunya merespons dengan cepat. Serangan balasan diarahkan ke Israel, negara-negara Teluk, serta sejumlah infrastruktur vital yang berkaitan dengan produksi minyak dan gas alam—urat nadi energi dunia.

Otoritas Iran melalui Palang Merah setempat melaporkan sedikitnya 555 orang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Lebih dari 130 kota di seluruh negeri disebut terdampak serangan udara maupun rudal.

Angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, namun skala kerusakan yang dilaporkan memperlihatkan intensitas konflik yang meluas.

Di Israel, pemerintah setempat mengonfirmasi 11 orang tewas akibat serangan balasan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved