Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jakarta

Pemprov DKI Subsidi Daging hingga Rp35.000 Jelang Ramadan

Pemprov DKI Jakarta beri subsidi daging sapi Rp35.000/kg dan ayam Rp8.000/kg serta gelar pangan murah di 204 titik selama Februari 2026.

Tayang:
Wartakotalive/Miftahul Munir
HARGA DAGING SAPI - Foto arsip Agus pedagang daging sapi di Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jaktim akui ada kenaikan harga Rp 10 ribu. Pada Ramadan 2026 harga daging sapi naik Rp 150.000 per kg (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan subsidi daging sapi dan ayam serta menggelar gerakan pangan murah guna menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, intervensi dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan.

“Upaya yang dilakukan Pemprov DKI untuk menstabilkan harga daging sapi dan ayam salah satunya dengan memberikan subsidi Rp35.000 per kilogram untuk daging sapi dan Rp8.000 per kilogram untuk daging ayam bagi lebih kurang 1 juta masyarakat tertentu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).

Pangan Murah Digelar di 204 Titik

Subsidi tersebut disalurkan melalui program gerakan pangan murah yang digelar di 204 lokasi sepanjang Februari 2026.

“Berkoordinasi dengan BUMD pangan, Bulog, Bapanas, dan Kementan untuk melakukan gerakan pangan murah yang menjual daging sapi dan daging ayam di bawah harga pasar sebanyak 204 lokasi selama bulan Februari 2026,” kata Hasudungan.

Program ini diharapkan mampu meredam gejolak harga serta memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Jakarta Naik hingga Rp150 Ribu per Kilogram

Monitoring Harga Jadi Early Warning System

Selain intervensi harga, Dinas KPKP DKI juga melakukan pengawasan ketat di rumah potong hewan dan pasar eceran sebagai langkah antisipasi.

“Melakukan monitoring harga di rumah potong hewan dan pasar tingkat eceran sebagai bentuk early warning system,” jelasnya.

Ia menerangkan, kenaikan harga daging pada awal Ramadan dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat.

“Kenaikan harga daging sapi dan daging ayam pada bulan Ramadan terjadi karena adanya kenaikan permintaan daging sapi sebesar 3,57 persen dan daging ayam sebesar 2,43 persen,” tuturnya.

Selain itu, musim penghujan berintensitas tinggi turut mendorong kenaikan biaya produksi ternak, termasuk vitamin dan obat-obatan.

Baca juga: Satgas Pangan Sidak Pasar Pos Pengumben, Harga Cabai Tembus Rp120.000 per Kilogram

Harga Daging di Jakbar Tembus Rp150 Ribu

Sebelumnya, harga daging di wilayah Jakarta Barat mengalami kenaikan.

Di Pasar Meruya Ilir, harga daging sapi yang sebelumnya Rp140 ribu per kilogram naik menjadi Rp150 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ukuran kecil dibanderol Rp35 ribu per ekor.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI berharap harga daging sapi dan ayam dapat lebih terkendali sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga. (*)

Sumber: TribunJakarta

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved