Berita Jakarta
Harga Daging Sapi di Jakarta Naik hingga Rp150 Ribu per Kilogram
Lonjakan harga sapi hidup di hulu membuat harga daging sapi di Jakarta naik 7–15 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Harga daging sapi di pasar Jakarta mengalami kenaikan 7–15 persen hingga mencapai Rp150.000 per kilogram.
- Kenaikan dipicu melonjaknya harga sapi hidup di tingkat produsen yang sempat melampaui harga acuan.
- Pemerintah pusat telah menurunkan harga sapi hidup menjadi Rp55.000 per kg sejak 22 Januari 2026.
- Pemprov DKI melakukan intervensi melalui penyaluran sapi murah, pangan bersubsidi Rp35.000 per kg bagi penerima, serta Gerakan Pasar Murah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Harga daging sapi di pasar-pasar Jakarta sedang tidak ramah di kantong.
Dalam beberapa pekan terakhir, angka di papan pedagang merangkak naik, dengan lonjakan sekitar 7 hingga 15 persen.
Kini, masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp150.000 untuk setiap kilogram daging sapi.
Kenaikan ini bukan tanpa sebab. Di balik mahalnya harga di tingkat eceran, terdapat persoalan di hulu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengungkapkan harga sapi hidup di tingkat produsen melonjak tajam.
Bahkan, angkanya sudah melampaui batas harga yang sebelumnya disepakati oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Baca juga: Pabrik di Kawasan Lippo Cikarang Diawasi Ketat, Emisi Diperiksa Berkala
Situasi tersebut akhirnya menekan rantai distribusi, yang ujungnya dirasakan langsung oleh konsumen di pasar tradisional maupun ritel.
"Memang saat ini ada kenaikan harga daging sapi di pasar eceran sekitar 7 persen hingga 15 persen, dengan harga mencapai Rp150.000 per kilogram," ungkap Hasudungan dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, tekanan harga berasal dari hulu, khususnya harga sapi hidup yang sebelumnya berada di atas harga acuan.
Kondisi ini berdampak langsung pada harga daging di tingkat konsumen.
Namun, Hasudungan menyebut pemerintah pusat telah mengambil langkah korektif. Per 22 Januari 2026, harga sapi hidup disepakati turun menjadi Rp55.000 per kilogram.
"Kabar baiknya, per 22 Januari kemarin, Pemerintah Pusat sudah menyepakati harga sapi hidup turun menjadi Rp55.000/kg. Kami optimis dalam waktu dekat harga di pasar akan kembali stabil, terutama menjelang Idulfitri," ucap dia.
Untuk meredam dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah langkah intervensi.
Salah satunya memastikan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) tetap berjalan normal tanpa penambahan biaya pemeriksaan.
Selain itu, Pemprov DKI menggandeng Perumda Dharma Jaya untuk menyalurkan sapi hidup dengan harga lebih rendah guna menekan harga pasar.
| Libur Kenaikan Yesus Kristus, 12.611 Wisatawan Kunjungi Kawasan Monas Jakarta Pusat |
|
|---|
| Transjakarta Lakukan Penutupan Sementara Halte Kebon Sirih Arah Blok M |
|
|---|
| Cegah Curanmor, Warga Gandaria Utara Jaksel Terapkan Sistem Keamanan Lingkungan Berbasis Teknologi |
|
|---|
| Drama Sidang Warisan: Debat Panas Kuasa Hukum vs Hakim PN Jakut Hingga Temuan Surat Misterius |
|
|---|
| KAI Tutup Satu Perlintasan Sebidang Liar di Jalur Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang Jakarta Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/daging-sapi-naik1.jpg)