Berita Nasional
Prabowo Subianto Gabung Board of Peace Bentuk Eksperimen
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui bahwa bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BoP) adalah eksperimen yang penuh ranjau
WARTAKOTALIVE.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengakui bahwa bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BoP) adalah eksperimen yang penuh ranjau agar bisa membuat Palestina merdeka.
Hal itu disampaikan Prabowo Subianto saat melakukan dialog dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (4/2/2026).
Mantan Wamenlu RI Dino Patti Djalal yang diundang dalam dialog tersebut menjelaskan suasana diskusi Prabowo dengan para mantan Menlu dan Wamenlu.
Diskusi tersebut kata Dino Patti cukup positif karena berlangsung dengan dua arah.
Pemerintah saat ini kata Dino Patti menerima sejumlah saran dari para mantan diplomat Indonesia atas keputusan bergabung dengan BoP alias Dewan Perdamaian.
Kata Dino Patti Djalal, pemerintah saat ini mengakui bahwa bergabungnya Indonesia dengan BoP karena tidak memiliki pilihan lain.
Sebab untuk saat ini, hanya lembaga tersebut yang bisa mengakses Israel untuk menyepakati perdamaian dengan Palestina.
Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) itu, menjelaskan bahwa Prabowo saat itu mengakui bahwa bergabung dengan BoP adalah bentuk dari eksperimen Indonesia agar bisa terlibat dalam Kemerdekaan Palestina.
Indonesia menurut pemerintah harus kompak dengan negara-negara Islam lain seperti Yordania yang memutuskan bergabung dengan BoP.
Tapi pemerintah pun sadar bahwa jalan di BoP bisa jadi penuh dengan ranjau. Terlebih melihat saat ini gencatan senjata penuh belum bisa terlaksana karena Israel terus melakukan serangan terhadap Palestina.
“Pemerintah mengakui bahwa ini jalan penuh ranjau. Maka dari itu pemerintah sangat berhati-hati,” jelas pria yang bergabung dengan Departemen Luar Negeri Indonesia sejak tahun 1987 itu.
Baca juga: Istana Buka Suara Perihal Kematian Siswa SD NTT Karena Kemiskinan
Selain itu menurut Dino Patti Djalal, pemerintah juga menyebut bahwa bergabungnya Indonesia di BoP cukup fleksibel.
Di mana apabila ternyata lembaga tersebut memanfaatkan negara muslim untuk mendukung penjajahan Israel, maka Indonesia akan keluar dari dewan yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump itu.
Mendengar pernyataan pemerintah, Dino Patti Djalal yang sedari awal mengkritik keputusan pemerintah bergabung dengan BoP pun menjadi melunak.
Dino Patti Djalal menjelaskan bahwa dirinya cukup mengerti posisi pemerintah setelah mendengar penjelasan dari Kepala Negara RI tersebut.