Berita Internasional
Warga Iran Tak Gentar Hadapi Ancaman Trump: “Cuma Omon-omon”
Seorang warga menegaskan bahwa rakyat Iran tidak menginginkan pihak luar ikut “cawe-cawe” menentukan masa depan negaranya.
WARTAKOTALIVECOM — Nada ancaman militer yang kembali dilontarkan Amerika Serikat terhadap Iran tidak serta-merta menimbulkan kecemasan di kalangan warga Negeri Para Mullah itu.
Di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat antara Teheran dan Washington, sebagian warga Iran justru menanggapinya dengan sikap santai, bahkan sinis.
Sejumlah warga yang ditemui media internasional menilai ancaman Amerika Serikat tidak lebih dari sekadar retorika politik.
“Itu cuma omon-omon,” ujar seorang warga Teheran, seraya menambahkan bahwa Iran memiliki kemampuan pertahanan yang tidak bisa diremehkan.
Ia menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) sebagai kekuatan utama yang diyakini mampu menghadapi tekanan maupun serangan dari luar.
Keyakinan serupa juga diungkapkan warga lainnya.
Menurut mereka, pengalaman panjang Iran menghadapi sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, hingga ancaman militer telah membentuk ketahanan psikologis masyarakat.
Ancaman dari Washington dinilai bukan hal baru dan selama ini terbukti tidak mudah diwujudkan menjadi aksi nyata berskala besar.
Di sisi lain, muncul pula suara penolakan terhadap campur tangan asing dalam urusan domestik Iran.
Seorang warga menegaskan bahwa rakyat Iran tidak menginginkan pihak luar ikut “cawe-cawe” menentukan masa depan negaranya.
“Masalah Iran adalah urusan rakyat Iran sendiri,” ujarnya.
Pandangan ini mencerminkan sentimen nasionalisme yang kuat, terutama di tengah narasi bahwa tekanan Amerika Serikat kerap dibungkus dengan alasan keamanan global atau demokrasi.
Sikap warga tersebut kontras dengan kekhawatiran komunitas internasional yang menilai eskalasi tensi Iran–AS berpotensi memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Namun bagi sebagian warga Iran, ancaman militer justru dianggap sebagai bagian dari perang psikologis yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pemerintah Iran sendiri berulang kali menegaskan tidak akan gentar menghadapi tekanan Amerika Serikat.
| Donald Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei |
|
|---|
| Girangnya DPR AS Saat Pemungutan Suara Tolak Perang Iran Menang |
|
|---|
| Donald Trump Akui Bentak-bentak Netanyahu Karena Lebanon |
|
|---|
| Israel Rusuh, Warga Bentrok dengan Aparat di Yerusalem Tolak Wajib Militer |
|
|---|
| Detik-detik Jepang Dihantam Badai Tropis Jangmi yang Kacaukan Penerbangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perang-irann.jpg)