Senin, 8 Juni 2026

Univeritas Indonesia

Rektor Prof Heri Hermansyah ke Tiongkok, UI Jadi Poros Riset Metalurgi Paling Maju di Asia Tenggara

Rektor Prof Heri Hermansyah ke Tiongkok, UI Jadi Poros Riset Metalurgi Paling Maju di Asia Tenggara

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
LANGKAH VISIONER - Resmi mengikat kemitraan strategis dengan Tsinghua University pada Kamis (6/11/2025), Rektor UI, Prof Heri Hermansyah melanjutkan langkah visionernya di Tiongkok dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) bersama Huayou Group, salah satu pemain raksasa industri nikel dan kobalt dunia 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah membuat langkah besar saat bertandang ke Tiongkok.

Bahkankembali mencetak sejarah dalam diplomasi akademik global.

Setelah resmi mengikat kemitraan strategis dengan Tsinghua University pada Kamis (6/11/2025), sang rektor melanjutkan langkah visionernya di Tiongkok dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) bersama Huayou Group, salah satu pemain raksasa industri nikel dan kobalt dunia.

Baca juga: Kolaborasi dengan Huayou Group, Prof Heri Hermansyah: UI Jadi Rumah Laboratorium Industri Global

Menurut Prof Heri Hermansyah, ini bukan sekadar kerja sama akademik biasa.

Untuk pertama kalinya, perguruan tinggi Indonesia menjadi tuan rumah pembangunan fasilitas riset industri strategis berskala internasional yang berdiri langsung di dalam kampus.

“Ini era baru bagi universitas di Indonesia,” ujar Prof Heri Hermansyah.

UI Jadi Pusat R&D Metalurgi Kelas Dunia

Dalam kerja sama ini, UI menyediakan lahan serta fasilitas untuk pembangunan pusat riset dan pengembangan berteknologi tinggi berupa teaching factory dan laboratorium smelter canggih.

Baca juga: Kolaborasi Tsinghua University, Rektor UI Prof Heri: Kembangan Vaksin Dengue Berbasis Teknologi mRNA

Infrastruktur ini akan dibangun langsung oleh Huayou Group. Fasilitas tersebut akan mentransformasi UI menjadi poros riset metalurgi paling maju di Asia Tenggara.

Para peneliti UI akan memiliki akses untuk mengembangkan riset hilirisasi, paten metalurgi, hingga teknologi material canggih yang akan menopang industri baterai nasional.

Segitiga Emas: UI – Tsinghua – Huayou

Gebrakan ini merupakan dampak langsung dari kemampuan Prof Heri Hermansyah dalam mengkapitalisasi jejaring global. Aliansi ini menciptakan sebuah ekosistem kuat yang disebut Segitiga Emas: UI (Indonesia) – Tsinghua University (Top 17 Dunia) – Huayou Group (Raksasa Industri).

Skemanya jelas dan strategis:

  • Tenaga ahli Huayou dididik di Tsinghua,
  • Melakukan riset bersama di fasilitas canggih UI,
  • Lalu mengaplikasikan hasil risetnya pada industri Huayou di Indonesia.

Inilah cetak biru pengembangan SDM unggul yang benar-benar konkret dan terukur.

Huayou Group Tambah Investasi Jumbo di Indonesia

Huayou Group bukan pemain baru di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, mereka telah menggelontorkan USD 11 miliar untuk smelter nikel, kobalt, hingga fasilitas daur ulang baterai yang mempekerjakan 20.000 tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: UI Gelar Budaya Potensi Desa Sawan: Revitalisasi Pande Besi dan Pande Gong Menuju Rumah Budaya Desa

Ke depan, Huayou berkomitmen menambah investasi lebih dari USD 20 miliar.

UI Resmi Jadi Pemain Kunci Hilirisasi Nasional

Langkah Prof Heri Hermansyah mengamankan kemitraan ini menempatkan UI sebagai pemain utama dalam peta jalan hilirisasi nasional.

Selain pembangunan fasilitas riset, kerja sama ini juga mencakup tujuh program strategis lain, mulai dari beasiswa, rekrutmen prioritas, riset bersama, program ESG, hingga proyek tripartit Indonesia–Tiongkok–Huayou.

Dengan kerja sama ini, UI tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga kekuatan strategis dalam transformasi industri nasional.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved