Berita Nasional

Menko AHY Siapkan Dua Skema Lunasi Utang Kereta Cepat Whoosh

AHY menyebut ada dua opsi yang dikaji untuk selesaikan utang kereta whoosh, termasuk restrukturisasi lewat BPI Danantara.

dok. KCIC
UTANG WHOOSH - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencari cara untuk melunasi utang proyek kereta cepat whoosh. foto Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peresmian promo dan penjualan tiket Kereta Cepat Whoosh melalui aplikasi mobile ini dilakukan di Stasiun Halim, Selasa (17/10/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah mencari solusi untuk melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

AHY mengaku ada dua opsi pendanaan yang kini sedang dikembangkan bersama lintas kementerian dan lembaga.

(AHY) memutar otak mencari cara untuk mendanai atau merestrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Menurut AHY, setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan dana APBN untuk menutup utang proyek tersebut, pemerintah kini menyiapkan sejumlah alternatif.

Baca juga: Ucapan Singkat Jokowi ‘Hmmm’ Saat Ditanya Soal Whoosh Jadi Sorotan

“Nah, di sini masih terus dikembangkan sejumlah opsi. Saya belum bisa menyampaikan secara final karena semuanya masih dihitung dan dikaji,” kata AHY usai sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

AHY menjelaskan, pembahasan opsi pendanaan dilakukan dalam rapat koordinasi lintas kementerian bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara beberapa hari lalu.

Ia menyebut, Kemenko Infrastruktur intensif mengundang Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT KAI (Persero), dan BPI Danantara untuk duduk bersama mencari jalan keluar terbaik.

“Masalah ini memang perlu segera diselesaikan karena kita juga tengah merencanakan perpanjangan rute kereta cepat dari Jakarta hingga Surabaya,” ujar AHY.

Menurutnya, penyelesaian utang menjadi penting agar tidak menghambat pengembangan jaringan transportasi cepat di masa depan.

AHY menyebut, sejauh ini ada dua alternatif yang sedang dikaji: restrukturisasi utang melalui BPI Danantara atau kontribusi pembiayaan dari Kementerian Keuangan melalui skema tertentu di APBN.

Baca juga: Mahfud Heran KPK Minta Dirinya Lapor soal Dugaan Mark Up Kereta Cepat: Mestinya Langsung Diselidiki

Meski begitu, AHY menegaskan pihaknya masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kami masih menunggu arahan Pak Presiden sambil terus mengembangkan opsi terbaik yang berkelanjutan. Harapannya, setelah masalah ini selesai, kita bisa melangkah ke tahap pengembangan kereta cepat Jakarta–Surabaya,” tutur AHY.

Utang proyek kereta cepat

Sebagai informasi, KCJB alias Whoosh kini menghadapi beban utang yang cukup berat.

Kerugian bisa dilihat dalam laporan keuangan PT KAI (Persero), selaku induk usaha dan salah satu pemegang saham terbesar.

KAI bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI).

Baca juga: Sandiaga Uno Menilai China Juga Punya Andil Benahi Beban Utang Kereta Cepat

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved