Kamis, 30 April 2026

Berita Nasional

Begini Cara Mengenali Makanan Basi supaya Terhindar dari Keracunan

Sepanjang Januari hingga 25 September 2025, tercatat 5.914 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis alami keracunan.

Tayang:
Instagram @lbj_jakarta
KERACUNAN MASSAL MBG - Foto iilustrasi makanan bergizi gratis. Sepanjang Januari hingga 25 September 2025, tercatat sebanyak 5.914 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami keracunan setelah menyantap makanan. Hanya di bulan September 2025, jumlah korban bahkan mencapai 2.210 orang, terdiri dari siswa hingga guru. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sepanjang Januari hingga 25 September 2025, tercatat sebanyak 5.914 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami keracunan setelah menyantap makanan.

Hanya di bulan September 2025, jumlah korban bahkan mencapai 2.210 orang, terdiri dari siswa hingga guru.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menilai, maraknya kasus keracunan MBG disebabkan oleh pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam pelaksanaannya.

Baca juga: Ratusan Pelajar Dirawat usai Diduga Keracunan setelah Menyantap Menu MBG di Bandung Barat Jawa Barat

"Kejadian belakangan, 80 persen adalah karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik mitra maupun tim kami sendiri dari dalam," kata Nanik dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG di lapangan melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki kepala unit, ahli gizi, serta akuntan.

Meski demikian, Nanik menegaskan pihaknya tidak bisa hanya menyalahkan tim di bawah.

Baca juga: Jawa Barat Catat Rekor Tertinggi Kasus Keracunan MBG, Dedi Mulyadi Hentikan Pengelola yang Tak Mampu

"Kesalahan terbesar ada pada kami, kami masih kurang pengawasannya, jadi ya sudahlah, kami mengaku salah," ucap Nanik S Deyang.

"Kami mengaku salah atas apa yang terjadi," lanjut dia.

Selain keracunan, ia mengungkapkan ada pula kasus lain dalam pelaksanaan MBG, misalnya reaksi alergi.

Baca juga: Jawa Barat Tempati Peringkat Tertinggi Kasus Keracunan Menu MBG, Dedi Mulyadi akan Lakukan Evaluasi

Namun, jumlah detailnya tidak disampaikan.

Nanik S Deyang menegaskan, BGN bertanggung-jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan.

"Kami bertanggung-jawab penuh atas semua kesalahan, baik bertanggung-jawab hal yang sudah terjadi, pada seluruh biaya dari anak-anak dan orang tuanya yang mungkin ikut makan," ujar Nanik S Deyang.

Baca juga: Pidato di Sidang Tahunan MPR, Prabowo Klaim Program MBG Mampu Serap 290 Ribu Lapangan Kerja

Ia juga berjanji akan memperketat pengawasan agar SOP dalam penyajian MBG tidak lagi dilanggar SPPG maupun dapur pelaksana.

"Saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf," kata Nanik S Deyang.

Ciri-ciri Makanan Basi yang Harus Diwaspadai

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved