Kamis, 11 Juni 2026

Kunker Presiden

Wajah Kesal Prabowo Dikritik Sering Keluar Negeri: Jokowi Jarang Pergi Saja Dihujat

Presiden RI Prabowo Subianto Heran Dikritik karena Sering ke Luar Negeri: Jokowi Jarang Bepergian pun Dipersoalkan

Tayang:
Editor: Joanita Ary
sekretariat presiden
PRABOWO KUNKER-Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Pembukaan Munas HIPMI XVIII Bandar Lampung, Lampung pada Rabu (10/6/2026). 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang kerap diarahkan kepadanya terkait intensitas kunjungan kerja ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara.

Menurut Prabowo, kritik tersebut menunjukkan adanya standar ganda dalam menilai kebijakan presiden, karena pendahulunya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, juga pernah menjadi sasaran kritik meski relatif lebih jarang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku heran melihat sebagian pihak yang mempertanyakan frekuensi kunjungan luar negerinya.

Ia menilai kritik tersebut tidak mempertimbangkan dinamika global yang saat ini berkembang sangat cepat dan menuntut keterlibatan aktif Indonesia di berbagai forum internasional.

"Ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan. Jokowi enggak pernah ke luar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri, begitu katanya," ujar Prabowo di hadapan peserta Munas HIPMI.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, kondisi geopolitik dan ekonomi dunia saat ini tengah mengalami perubahan besar.

Dalam situasi tersebut, menurut dia, Indonesia tidak bisa bersikap pasif dan harus aktif membangun komunikasi serta kerja sama dengan berbagai negara.

Prabowo menegaskan bahwa kepentingan nasional harus menjadi prioritas utama dalam setiap kunjungan luar negeri yang dilakukannya. 

Karena itu, ia menilai diplomasi langsung dengan para pemimpin dunia menjadi bagian penting dari upaya menjaga posisi Indonesia di tengah perubahan tatanan global.

"Dunia berubah dengan sangat cepat. Kita harus menjaga hubungan baik dengan semua negara," kata Prabowo.

Ia menambahkan, langkah memperkuat hubungan bilateral maupun multilateral bukan semata-mata urusan seremonial, melainkan berkaitan langsung dengan kepentingan ekonomi, perdagangan, investasi, ketahanan pangan, energi, hingga stabilitas keamanan nasional.

Karena itu, Prabowo menilai kunjungan luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari strategi diplomasi yang diperlukan untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

"Saya sering keluar negeri, Prabowo sering keluar negeri, aneh," ujar Prabowo, menanggapi kritik yang dialamatkan kepadanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembelaan Prabowo terhadap pentingnya peran diplomasi langsung di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved