Kunker Presiden
Disinggung Teddy, Anies Bela Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan
Anies Baswedan Tegaskan: Kontribusi Dino Jauh Melampaui Tiga Bulan Jabatan
WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyinggung singkatnya masa jabatan Dino Patti Djalal sebagai Wakil Menteri Luar Negeri memicu respons dari berbagai kalangan.
Salah satu tanggapan datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menilai kapasitas seorang diplomat tidak dapat diukur semata-mata dari lamanya seseorang menduduki jabatan tertentu.
Melalui unggahan di media sosial, Anies memberikan pembelaan terhadap Dino Patti Djalal yang sebelumnya mendapat sorotan setelah mengkritisi sejumlah aspek diplomasi dan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Anies, rekam jejak Dino dalam dunia diplomasi Indonesia telah terbangun jauh sebelum ia menduduki posisi Wakil Menteri Luar Negeri.
Anies menegaskan bahwa Dino bukan figur yang lahir secara instan dalam dunia diplomasi. Ia menyebut Dino telah menempuh perjalanan panjang sebagai diplomat karier yang terlibat dalam berbagai forum internasional penting serta dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis untuk mewakili Indonesia di panggung global.
“Dino bukan karbitan jadi diplomat. Bukan pula karbitan jadi pejabat,” tulis Anies.
Menurut Anies, kualitas seorang diplomat tercermin dari pengalaman, kompetensi, integritas, serta kontribusi nyata yang diberikan kepada bangsa dan negara selama bertahun-tahun.
Karena itu, ia menilai kurang tepat apabila kapasitas seseorang hanya diukur berdasarkan singkat atau lamanya menjabat dalam satu posisi tertentu.
Anies juga mengingatkan bahwa perjalanan karier Dino menunjukkan proses panjang yang ditempa melalui berbagai penugasan diplomatik.
Pengalaman tersebut, kata dia, menjadikan Dino sebagai salah satu diplomat Indonesia yang memiliki pemahaman mendalam mengenai hubungan internasional dan dinamika geopolitik global.
Pernyataan Anies tersebut muncul setelah Teddy Indra Wijaya menyinggung fakta bahwa Dino hanya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri selama sekitar tiga bulan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pernyataan itu kemudian memicu perdebatan di ruang publik mengenai relevansi masa jabatan dengan kapasitas seseorang dalam memberikan pandangan atau kritik terhadap kebijakan luar negeri pemerintah.
Bagi Anies, yang lebih penting dari sekadar durasi jabatan adalah rekam jejak pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan.
Ia menilai pengalaman panjang Dino dalam dunia diplomasi merupakan modal yang membuat pandangannya layak didengar dalam berbagai isu strategis, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.
Perdebatan mengenai pernyataan Teddy dan respons Anies tersebut pun menjadi perhatian publik karena menyentuh isu yang lebih luas, yakni bagaimana menilai kompetensi seorang pejabat atau diplomat.
Di tengah dinamika politik dan pemerintahan yang terus berkembang, pengalaman, kapasitas profesional, serta kontribusi nyata dinilai menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan masa jabatan yang pernah diemban seseorang.
| Disambut Gibran dan Kapolri, Prabowo Pulang dari Kunjungan Kenegaraan ke Prancis |
|
|---|
| Begini Momen Hangat Pertemuan Prabowo dan Macron di Paris Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis |
|
|---|
| Senangnya Macron Dikunjungi Prabowo hingga Puji Sikap Presiden RI soal Palestina |
|
|---|
| Prabowo Ingin Bahasa Prancis Diajarkan di Semua Tingkat Sekolah |
|
|---|
| Dari Paris, Prabowo Dijadwalkan Lanjut ke Roma Sebelum Pulang ke Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dino-patti-djalal-3.jpg)