Rabu, 10 Juni 2026

Berita Nasional

Rupiah Menguat 82 Poin Pagi Ini, Tembus Rp 17.976 per Dolar AS

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Bansos Akan Disalurkan Tunai, Penerima Berpotensi Terima Rp 5,4 Juta per Orang

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Istimewa
BANSOS DIBERIKAN TUNAI -- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitanmengungkapkan arah baru kebijakan bantuan sosial pemerintah yang ke depan akan lebih mengandalkan skema penyaluran tunai langsung kepada masyarakat. 

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitanmengungkapkan arah baru kebijakan bantuan sosial pemerintah yang ke depan akan lebih mengandalkan skema penyaluran tunai langsung kepada masyarakat.

Menurut dia, bantuan sosial tidak lagi diberikan dalam bentuk barang, melainkan melalui mekanisme direct cash transfer atau transfer tunai langsung kepada penerima manfaat.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut saat menjelaskan transformasi digital yang tengah didorong pemerintah sebagai bagian dari reformasi tata kelola layanan publik.

Melalui sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, serta mampu meminimalkan potensi kebocoran.

"Bantuan sosial ke depan tidak lagi berbentuk barang. Bantuan akan diberikan secara tunai melalui direct cash transfer," ujar Luhut.

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, setiap penerima manfaat bantuan sosial berpotensi menerima transfer tunai senilai Rp 5,4 juta.

Namun demikian, Luhut tidak merinci periode penyaluran maupun skema teknis pencairan bantuan tersebut.

Perubahan pola penyaluran bantuan sosial ini merupakan bagian dari agenda besar digitalisasi pemerintahan yang saat ini tengah dipercepat.

Pemerintah, kata Luhut, sedang membangun fondasi Government Technology (GovTech) yang akan mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu ekosistem digital.

Tidak hanya menyasar program bantuan sosial, digitalisasi juga akan diterapkan pada penyaluran pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Salah satu program yang akan didorong memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Luhut, pemanfaatan AI dalam proses penyaluran KUR diharapkan mampu meningkatkan akurasi penilaian penerima kredit, mempercepat proses administrasi, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan secara optimal.

Ia menegaskan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto akan semakin mengandalkan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam penyelenggaraan layanan publik maupun pengambilan kebijakan.

"Pemerintah ke depan akan berbasis digital dan didukung AI," kata Luhut.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah juga menargetkan hadirnya sistem identitas tunggal nasional atau Digital Single ID yang terintegrasi pada akhir tahun ini.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved