Rabu, 15 April 2026

Berita Nasional

KAI Serap 54,9 Juta Liter BBM Subsidi di Triwulan I 2026

KAI catat penyerapan 54,9 juta liter BBM subsidi untuk operasional penumpang dan logistik selama Triwulan I 2026.

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
BBM SUBSIDI - Petugas PT KAI tengah mengisi BBM ke dalam tangki lokomotif. KAI menyerap 54,9 juta liter BBM subsidi pada Triwulan I 2026 dari total kuota 214,3 juta liter. Selain melayani 14,5 juta pelanggan, KAI juga mengangkut batu bara dan logistik lainnya guna menjaga distribusi dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menerapkan energi lebih efisien dengan Biosolar B40. 

Ringkasan Berita:
  • KAI menyerap 54,9 juta liter BBM subsidi pada Triwulan I 2026 dari total kuota 214,3 juta liter. 
  • Penggunaan dilakukan secara transparan untuk mendukung operasional kereta penumpang dan angkutan barang. 
  • Selain melayani 14,5 juta pelanggan, KAI juga mengangkut batu bara dan logistik lainnya guna menjaga distribusi dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menerapkan energi lebih efisien dengan Biosolar B40.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penyerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebesar 54.911.065 liter sepanjang Triwulan I 2026.

Penyerapan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan layanan transportasi publik sekaligus memastikan distribusi barang tetap berjalan di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penggunaan BBM subsidi tersebut dilaksanakan secara terukur dan akuntabel sebagai bentuk transparansi kepada pemerintah dan masyarakat. 

“Kami memastikan penyerapan BBM subsidi dilakukan sesuai peruntukannya, dengan prinsip Good Corporate Governance. Setiap proses dijalankan secara terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan terus kami jaga konsistensinya,” ujar Anne pada Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 99/P3JBT.KOM/BPH.DBBM/2025, total kuota BBM subsidi yang dialokasikan kepada KAI pada tahun 2026 mencapai 214.342.000 liter.

Dari jumlah tersebut, mayoritas diperuntukkan bagi operasional kereta penumpang sebesar 191.022.000 liter, sementara sisanya digunakan untuk angkutan barang seperti peti kemas, parcel, semen, dan klinker.

Penyerapan BBM subsidi tersebut hadir dalam setiap perjalanan dan distribusi yang dijalankan KAI.

Baca juga: Makin Cantik, KA Bangunkarta dan KA Singasari Kini Pakai Kereta New Generation

Angkutan semen berperan dalam memperkokoh pembangunan infrastruktur, sementara klinker sebagai bahan baku utama semen disalurkan untuk menjaga kesinambungan proses produksinya.

Dari sini, pembangunan hunian, fasilitas publik, hingga infrastruktur dasar dapat terus berlangsung.

Di sisi lain, layanan kereta penumpang terus dijaga kualitasnya agar tetap andal dan nyaman.

Kereta api menjadi bagian dari perjalanan banyak orang, dari mahasiswa yang menempuh pendidikan di kota lain hingga tenaga medis yang harus hadir tepat waktu dalam layanan yang tidak mengenal jeda.

Setiap perjalanan membawa peran yang berbeda, namun saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari.

Peran tersebut juga terasa melalui angkutan logistik retail yang membantu pelaku usaha menjaga usahanya tetap berjalan.

Melalui kereta api, berbagai produk dapat dikirim ke kota-kota di Jawa dan Sumatera dengan lebih efisien, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.

Peningkatan Jumlah Penumpang

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved