Selasa, 5 Mei 2026

Kebakaran

Duka Martin: Rumah Ludes dan Mata Pencaharian Terputus Imbas Kebakaran SPBE Bekasi

Duka Martin: Rumah Ludes dan Mata Pencaharian Terputus Imbas Kebakaran SPBE Bekasi

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Rendy Rutama
HIDUP MARTIN TERENGGUT - Martin, warga yang seluruh rumah dan harta benda serta kehidupannya terenggut akibat kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Pria paruh baya ini harus menyaksikan bangunan seluas 15 x 12 meter miliknya rata dengan tanah dan tak ada yang tersisa selain puing-puing hitam yang masih menyisakan hawa panas. 

Ringkasan Berita:
  • Martin, warga terdampak kebakaran SPBE Bekasi, kehilangan dua rumah dan tiga kios produktif di atas lahan seluas 180 meter persegi yang kini rata dengan tanah.
  • Selain bangunan, aset berharga seperti motor, peralatan elektronik, hingga dokumen penting (SHM) ikut hangus, membuat korban kehilangan tempat tinggal dan modal usaha.
  • Korban kini mengungsi di rumah tetangga dan mendesak pengelola SPBE untuk segera memberikan pertanggungjawaban serta bantuan pemulihan tempat tinggal.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Harapan Martin untuk bangun pagi dan melayani pelanggan nasi uduknya seketika sirna.

Kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam, tidak hanya menghanguskan rumahnya tetapi juga seluruh hidup Martin.

Pria paruh baya ini harus menyaksikan bangunan seluas 15 x 12 meter miliknya rata dengan tanah.

Baca juga: DPRD Kabupaten Bekasi Desak Pengelola SPBE Ganti Rugi kepada Warga Terdampak Kebakaran

Tak ada yang tersisa selain puing-puing hitam yang masih menyisakan hawa panas.

Kehilangan Segalanya dalam Semalam

Bagi Martin, lokasi tersebut adalah segalanya.

Di atas lahan itulah berdiri dua rumah tinggal dan tiga kios yang menjadi tumpuan ekonomi keluarganya.

Ketiga kios tersebut selama ini disewakan untuk usaha sol sepatu, penjual sayuran, dan warung nasi uduk.

"Ini hancur semua. Satu kios sol sepatu, satu sayuran, dan satu lagi nasi uduk tempat saya biasa cari nafkah," ujar Martin dengan nada getir saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Lukai 13 Warga, Polisi Dalami Penyebab Kebakaran SPBE Bekasi

Amukan si jago merah juga tidak pandang bulu terhadap barang berharga.

Martin merinci deretan harta benda yang kini menjadi abu: mulai dari sepeda motor, mesin cuci, kulkas, hingga perangkat sound system.

Yang paling menyesakkan, dokumen vital seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) dan surat-surat kendaraan pun tak sempat diselamatkan.

Menanti Pertanggungjawaban di Tengah Ketidakpastian

Saat ini, Martin dan keluarganya terpaksa menumpang di rumah tetangga.

Kehilangan rumah berarti kehilangan perlindungan, dan kehilangan kios berarti kehilangan nafas ekonomi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved