Kebakaran
Lukai 13 Warga, Polisi Dalami Penyebab Kebakaran SPBE Bekasi
Polisi selidiki kebakaran SPBE Bekasi yang sebabkan 13 korban luka dan kerusakan bangunan warga.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Kebakaran hebat disertai ledakan di SPBE Mustika Jaya, Bekasi, masih dalam penyelidikan polisi dengan melibatkan tim forensik.
- Insiden ini menyebabkan 13 orang mengalami luka bakar serta merusak rumah dan bangunan warga.
- Pertamina memastikan pasokan LPG tetap aman, menyampaikan permohonan maaf, dan berkomitmen menanggung biaya perawatan korban serta kerugian warga terdampak.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam, kini dalam penyelidikan kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebutkan, Polres Metro Bekasi Kota telah menggandeng tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengusut penyebab kebakaran yang disertai ledakan itu.
"Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab kejadian," ujar Budi, Kamis (2/4/2026).
Kebakaran itu mengakibatkan 13 orang mengalami luka bakar dan merusak sejumlah bangunan warga di sekitar lokasi.
"Akibat kejadian tersebut, 13 orang mengalami luka bakar dan dievakuasi ke sejumlah rumah sakit," kata Budi.
"Selain itu, kebakaran juga berdampak pada bangunan warga, meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah," lanjutnya.
Baca juga: Langkah DLH DKI Jakarta Atasi Penumpukan Sampah Pasca Lebaran
Pertamina Minta Maaf
Diberitakan sebelumnya, Pertamina Regional Jawa Bagian Barat (JBB) merespons kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan, kebakaran itu terjadi di SPBE yang diketahui dikelola swasta atau mitra.
SPBE itu diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2009.
"Jadi, SPBE ini adalah stasiun pengisian bulk elpiji, di sini itu tempat pengisiannya LPG, lalu nanti itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan," kata Susanto di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Meski demikian, Susanto memastikan akibat kejadian ini pasokan LPG ke setiap pangkalan tidak terganggu.
"Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu terutama untuk wilayah yang menjadi coverage dari ini. SPBE ini itu masuknya ke kabupaten Bekasi, kurang lebih melayani tiga wilayah," jelasnya.
Susanto mewakili Pertamina Regional JBB menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa kebakaran yang sebelumnya terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekira pukul 21.00 WIB itu.
Permohonan maaf itu ditunjukan kepada para korban dan khalayak luas.
"Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat menyampaikan mohon maaf atas insiden yang terjadi, insiden di SPBE yang merupakan mitra dari Pertamina, kami mohon maaf," ucapnya.
| Pertamina Pastikan Pasokan LPG Tidak Terganggu Imbas Kebakaran SPBE Cimuning |
|
|---|
| Minta Maaf, Pertamina Bertanggung-jawab atas Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi |
|
|---|
| Pakai Metode Pemadaman Khusus, Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Dinyatakan Padam usai 5 Jam Terbakar |
|
|---|
| Kebakaran SPBE di Cimuning Bekasi Nyaris Berubah Menjadi Bencana, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Diduga Korsleting, 2.000 Meter Lahan Hangus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kebakaran-SPBE-Cimuning-Rabu-Malam13.jpg)