Berita Internasional
Netanyahu Ancam Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan ancaman terbuka terhadap pemimpin tertinggi negara Iran
WARTAKOTALIVE.COM — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan ancaman terbuka terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya situasi keamanan kawasan setelah wafatnya Ali Khamenei serta meningkatnya serangan kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Teheran terhadap Israel.
Dalam laporan yang dikutip dari The Guardian pada Kamis (12/3/2026), Netanyahu memberi sinyal bahwa kepemimpinan Iran tidak akan mendapatkan “jaminan keselamatan” dari Israel jika terus mendukung serangan terhadap negara Yahudi tersebut.
Meski tidak menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan diambil, pernyataan itu dipandang oleh para pengamat sebagai pesan langsung kepada Teheran bahwa Israel siap mengambil tindakan yang lebih keras.
Pernyataan Netanyahu muncul dalam konteks meningkatnya dinamika politik di Iran setelah wafatnya Ali Khamenei, tokoh yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur sentral dalam sistem politik Republik Islam Iran.
Kepemimpinan baru yang kini berada di tangan Mojtaba Khamenei menandai babak baru dalam konfigurasi kekuasaan di Teheran sekaligus membuka spekulasi mengenai arah kebijakan Iran terhadap konflik regional, khususnya dalam hubungannya dengan Israel.
“Pemimpin Iran harus memahami bahwa tidak ada kekebalan bagi mereka yang mendukung serangan terhadap Israel,” demikian pesan Netanyahu yang disampaikan dalam pernyataan resminya.
Selain menyasar kepemimpinan Iran, Netanyahu juga menyampaikan ancaman terhadap pimpinan kelompok militan Lebanon, Naim Qassem, yang saat ini memegang peran penting dalam struktur kepemimpinan Hezbollah.
Netanyahu memperingatkan bahwa Israel tidak akan ragu mengambil langkah militer terhadap siapa pun yang dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap wilayahnya.
Ancaman tersebut disampaikan setelah Hizbullah dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel utara.
Serangan itu terjadi dalam situasi kawasan yang semakin tegang menyusul perubahan kepemimpinan di Iran, yang selama ini dikenal sebagai pendukung utama berbagai kelompok bersenjata anti-Israel di Timur Tengah.
Bagi Israel, keberadaan Hizbullah di Lebanon selatan selama ini dianggap sebagai ancaman strategis.
Kelompok tersebut diyakini memiliki persenjataan roket dan rudal dalam jumlah besar yang mampu menjangkau wilayah Israel.
Karena itu, setiap eskalasi di perbatasan Israel–Lebanon selalu memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas.
Para analis menilai pernyataan Netanyahu tidak hanya merupakan respons terhadap serangan Hizbullah, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi politik Israel untuk memberi tekanan langsung kepada Iran sebagai pihak yang dianggap berada di balik dukungan terhadap kelompok tersebut.
| Momen Pilu! Saat Tas Ransel Anak dan Foto Korban” Iringi Delegasi Iran Dalam Penerbangan ke Pakistan |
|
|---|
| Trump Ancam “Siapkan Serangan Besar” untuk Iran Jika Negosiasi Gagal |
|
|---|
| Momen Detik-detik Delegasi Iran Tiba di Pakistan, Siap Negosiasi dengan Amerika Serikat |
|
|---|
| Penuh Kebanggaan! Mojtaba Khamenei Klaim Iran Menang atas AS dan Israel, Serukan Persatuan Nasional |
|
|---|
| Setelah 10 Hari di Orbit Bulan, NASA Rayakan Keberhasilan Artemis II Pulang Bawa Harapan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Tawarkan-Bantuan-Bahan-Bakar-Untuk-RS-Al-Shifa.jpg)