Senin, 13 April 2026

Demo

Pihak Kampus Tegaskan Pria Beralmamater Kuning yang Bentak Polisi Bukan Mahasiswa UI

UI memastikan pria beralmamater kuning yang viral membentak polisi bukan mahasiswa Universitas Indonesia.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
DEMO - UI memastikan pria beralmamater kuning yang viral membentak polisi bukan mahasiswa Universitas Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Indonesia (UI) mengklarifikasi video viral mahasiswa beralmamater kuning yang diduga memprovokasi polisi saat demo di Mabes Polri. 
  • Melalui penelusuran internal dan pengecekan PDDIKTI, UI memastikan pria tersebut bukan mahasiswa UI, melainkan berasal dari kampus lain. 
  • UI menegaskan mendukung kebebasan berpendapat secara damai, namun menolak tindakan provokatif serta penggunaan atribut kampus tanpa hak.

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menyampaikan klarifikasi perihal video viral seorang mahasiswa diduga melakukan aksi provokatif kepada aparat kepolisian saat demo mahasiswa di depan gedung Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026).

Dalam video yang beredar, tampak seorang mahasiswa mengenakan jas almamater kuning berlogo UI membentak-bentak aparat polisi yang berjaga sambil menunjuk-nunjuk mukanya.

Mahasiswa itu pun sempat menarik sorban yang dikenakan oleh anggota polisi yang sedang berjaga, sambil menghadiknya dengan berbagai perkataan.

“Tatap gue, berani lo sekarang, lo yang mukulin gue,” teriak mahasiswa itu persis di depan muka polisi yang sedang berjaga.

Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, UI melalui Kantor Organisasi Kemahasiswaan bersama Direktorat Humas, Media, Pemerintah dan Internasional segera melakukan penelusuran dan verifikasi internal secara menyeluruh. 

Baca juga: Ada Kesepakatan Damai, KPAI Sesalkan Kasus Kematian Anak di Sukabumi Dihentikan

Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro menjelaskan, pihaknya melakukan koordinasi lintas unit serta konfirmasi kepada unsur kemahasiswaan di tingkat fakultas maupun universitas guna memastikan akurasi informasi yang berkembang di ruang publik.

Berdasarkan hasil komunikasi dan pengecekan bersama BEM Fakultas Ilmu Administrasi UI serta penelusuran pada pangkalan data resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), dapat dipastikan bahwa individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswa UI.

“Dari hasil penelusuran lebih lanjut pada sistem pendataan resmi, diketahui bahwa individu tersebut berstatus sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain, dan sama sekali tidak memiliki afiliasi akademik dengan Universitas Indonesia,” kata Erwin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

UI menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, UI menghormati kebebasan berpendapat dan hak demokrasi setiap warga negara, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab. 

Namun demikian, UI menolak segala bentuk tindakan provokatif, maupun tindakan yang melanggar hukum, karena hal tersebut tidak mencerminkan nilai, etika, dan karakter sivitas akademika UI yang menjunjung tinggi integritas, nalar kritis yang bertanggung jawab, serta penghormatan terhadap hukum dan ketertiban umum.

UI juga menyampaikan keberatan atas penggunaan atribut atau simbol institusi tanpa hak dan tanpa konfirmasi. 

Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta mencemarkan nama baik lembaga dan pihak-pihak yang tidak terkait.

Sehubungan dengan hal tersebut, UI mengimbau masyarakat berhati-hati saat menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. 

Di era digital, kehati-hatian dalam menerima dan membagikan informasi merupakan tanggung jawab bersama guna mencegah disinformasi serta menjaga ruang publik yang sehat dan berintegritas.

“Demikian klarifikasi ini disampaikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan nama baik Universitas Indonesia,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved