Rabu, 6 Mei 2026

Demo

Pihak Kampus Tegaskan Pria Beralmamater Kuning yang Bentak Polisi Bukan Mahasiswa UI

UI memastikan pria beralmamater kuning yang viral membentak polisi bukan mahasiswa Universitas Indonesia.

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
DEMO - UI memastikan pria beralmamater kuning yang viral membentak polisi bukan mahasiswa Universitas Indonesia. 

UI berkomitmen untuk terus menjaga marwah institusi serta mendukung penyampaian aspirasi yang konstruktif, tertib, dan selaras dengan prinsip demokrasi. 

Demo Mahasiswa di Mabes Polri 

Sebelumnya, ratusan massa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) siap menggelar aksi demonstrasi di Markas Besar (Mabes) Polri, Jumat (27/2/2026).

Pantauan TribunnewsDepok.com, massa dari mahasiswa lintas fakultas UI sudah berkumpul di lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sekira pukul 13.00 WIB.

Mereka tampak mengenakan jas almamater kampus berwarna kuning sambil membawa spanduk bertuliskan sejumlah aspirasi dan tuntutan.

Demonstrasi BEM UI kali ini mengusung tajuk #AparatKeparat sebagai bentuk keprihatinan terhadap buruknya kinerja institusi Polri.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan menjelaskan, sekitar 500 mahasiswa lintas fakultas tergabung dalam aksi ini.

Massa dari UI nantinya akan bergabung dengan mahasiswa lainnya dari sejumlah perguruan tinggi.

“Agendanya sebenarnya kita berangkat dari keresahan masyarakat dan juga mahasiswa melihat kondisi kepolisian yang rasa-rasanya tidak pernah berbenah terkait bagaimana mereka melayani masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Athop.

Salah satu tuntutan yang dibawa, BEM UI meminta Eks Anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya yang menganiaya siswa hingga tewas dihukum seberat-beratnya.

Bripda Mesias melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tual bernama Arianto Tawakal hingga tewas pada Kamis (19/2/2026).

“Terbukti dari banyaknya tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh kepolisian,” tegas Athop.

“Oleh karenanya di sini kita berangkat dari keresahan masyarakat dan mahasiswa untuk menyuarakan bahwa reformasi Polri itu hal yang sudah harus dilakukan sekarang,” pungkasnya. (m38)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved