Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional

Sawit Academy, Buka Ruang Mahasiswa Kritisi dan Objektif Soal Isu Sawit

Kegiatan Sawit Academy USU dukung mahasiswa kritis dan objektif dalam memahami sawit dari hulu ke hilir.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
SAWIT ACADEMY - Suasana Sawit Academy Eps. USU yang digelar PT Hai Sawit Indonesia didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Kegiatan bertajuk 'Perspektif dan Peran Generasi Muda Akademik dalam Literasi Sawit di Kehidupan Sehari-hari' ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengkritisi dan objektif soal isu sawit. 

Ringkasan Berita:
  • Sawit Academy Eps. USU yang digelar PT Hai Sawit Indonesia dan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan membuka ruang diskusi literasi sawit untuk mahasiswa.
  • Direktur PT Hai Sawit Indonesia menekankan sawit bagian dari kehidupan sehari-hari, sementara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara mengapresiasi kolaborasi kampus dan industri.
  • Mahasiswa memaparkan data ekspor sawit meningkat signifikan, menekankan pentingnya data dan literasi untuk mendukung sawit berkelanjutan.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Sawit Academy Eps. USU yang digelar PT Hai Sawit Indonesia didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengkritisi dan objektif soal isu sawit.
Dalam sesi bertajuk “Perspektif dan Peran Generasi Muda Akademik dalam Literasi Sawit di Kehidupan Sehari-hari”,

Direktur PT Hai Sawit Indonesia, Muhamad Danang Mursyid Rijalul Qowi, menegaskan pentingnya literasi sawit di kalangan generasi muda.

“Sawit bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari produk pangan, kosmetik, hingga energi terbarukan, sawit hadir di sekitar kita," katanya dalam keterangan pada Jumat (12/2/2026).

Melalui Sawit Academy, pihaknya ingin menghadirkan ruang dialog yang objektif, berbasis data, dan dekat dengan mahasiswa agar lahir generasi muda yang kritis sekaligus solutif terhadap isu-isu sawit.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USU, Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara kampus dan industri.

Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang ilmiah mahasiswa terhadap suatu isu, termasuk sawit.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena membuka ruang diskusi yang konstruktif, berbasis akademik, dan mendorong mahasiswa memahami sawit secara komprehensif dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.

Baca juga: Teriakan Wanda Hamidah Menggelora di Kedubes AS, Tolak Indonesia Gabung Board of Peace

Mahasiswa Fakultas Pertanian USU Enjel menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis penggerak ekonomi nasional.

Ia memaparkan bahwa nilai ekspor sawit Indonesia meningkat signifikan, dari sekitar US$1 miliar pada tahun 2000 menjadi sekitar US$31 miliar pada tahun 2023.

Sawit, menurutnya, bukan hanya bahan baku minyak goreng, tetapi bahan serbaguna yang digunakan dalam berbagai produk turunan seperti gliserin, asam lemak, hingga fatty alcohol untuk kebutuhan industri pangan, kosmetik, dan lainnya.

Namun, ia juga tidak menutup mata terhadap isu lingkungan yang kerap dikaitkan dengan sawit, khususnya deforestasi di kawasan Asia Tenggara.

“Apakah sawit satu-satunya penyebab deforestasi? Tidak,” tegas Enjel di hadapan peserta.

Ia mengutip data periode 1990–2018 yang menunjukkan bahwa sekitar 62 persen lahan sawit berasal dari lahan terdegradasi, 37 persen dari lahan pertanian dan perkebunan, dan kurang dari 1 persen berasal dari hutan yang belum terganggu.

Bahkan dalam periode 2000–2022, ketika luas kebun sawit meningkat signifikan, kontribusinya terhadap deforestasi disebut hanya sekitar 15 persen.

Menurutnya, hubungan antara sawit dan deforestasi bersifat kompleks dan tidak bisa disederhanakan menjadi satu sebab tunggal. Di sinilah pentingnya literasi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved