Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional

Abraham Samad Buka-bukaan soal Diskusi Maraton dengan Prabowo di Kertanegara

Abraham Samad Buka-bukaan soal Diskusi Maraton dengan Presiden Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joanita Ary

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam itu membahas beragam isu strategis, mulai dari arah kebijakan pemerintahan, pemberantasan korupsi, reformasi kepolisian, penyelamatan sumber daya alam (SDA), hingga posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik global.

Samad mengatakan, pertemuan tersebut digelar pada Jumat sore hingga malam, 30 Januari 2025. Ia diundang dalam kapasitas sebagai mantan pimpinan KPK.

Selain dirinya, sejumlah tokoh lain turut hadir, di antaranya Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara, Sjafrie Sjamsoeddin, serta purnawirawan TNI Mayjen Zacky Makarim.

Dari kalangan akademisi, hadir pula Profesor Siti Zuhro dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta beberapa tokoh lain.

Menurut Samad, suasana pertemuan berlangsung santai namun substansial.

Prabowo, kata dia, memaparkan secara panjang lebar berbagai program pemerintah, termasuk strategi penyelamatan sumber daya alam dan hasil pertemuannya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Paparan tersebut diselingi canda, namun tetap sarat dengan pembahasan kebijakan yang serius.

“Pak Prabowo cukup lama mempresentasikan program-programnya, mulai dari penyelamatan sumber daya alam, agenda-agenda pemerintah, sampai hasil pertemuan di Davos. Waktunya memang lima jam, tapi terasa singkat karena diskusinya padat dan kami bahkan tidak sempat makan malam,” ujar Samad kepada wartawan, Minggu (1/2/2025).

Dalam diskusi itu, Prabowo juga meminta pandangan Samad terkait upaya meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Samad menegaskan bahwa pemberantasan korupsi selama ini belum menyentuh akar persoalan.

Karena itu, ia mendorong perlunya peta jalan atau roadmap pemberantasan korupsi yang lebih komprehensif dan efektif.

Ia merujuk pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) yang, menurutnya, menekankan empat aspek utama dalam penilaian dan upaya pemberantasan korupsi, yakni penyuapan pejabat asing (foreign bribery), perdagangan pengaruh (trading in influence), pengayaan elite atau penyelenggara negara (elite enrichment), serta suap di sektor swasta (commercial bribery).

Keempat aspek tersebut dinilai belum ditangani secara optimal di Indonesia.

Samad juga mengungkapkan bahwa Prabowo sempat mempertanyakan mengapa KPK tidak lagi sekuat dan seefektif seperti pada masa-masa awal berdirinya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved